KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan menerima kunjungan visitasi dan validasi dari Tim Penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri, Sabtu, 15 November 2025.
Visitasi yang digelar di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan dan disiarkan melalui zoom meeting ini menjadi tahap lanjutan setelah Wali Kota Pekalongan memaparkan inovasi daerah di hadapan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri di Jakarta pekan lalu.
Kunjungan tersebut dihadiri jajaran Pemkot Pekalongan, para inisiator inovasi dari RSUD Bendan dan Bapperida, serta unsur pentahelix seperti perwakilan warga Kampung Bugisan, akademisi ITB, Bank Jateng, PLN, Kantor Pertanahan, Dinperkim, hingga media.
Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan bahwa setiap inovasi yang lahir di Kota Pekalongan merupakan hasil kolaborasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.
Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto menjelaskan, dalam ajang IGA tahun 2025, Kota Pekalongan mengajukan 211 inovasi, meningkat signifikan dari tahun 2024 yang hanya menyertakan 135 inovasi.
Kenaikan ini mencerminkan semakin kuatnya budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan, sekaligus menjadi indikasi bahwa berbagai perangkat daerah semakin aktif menciptakan terobosan demi menjawab tantangan pelayanan publik.
Menurutnya, visitasi dan validasi ini merupakan bagian penting dari proses penilaian IGA.
“Ya, ini visitasi dan validasi tim IGA ke Kota Pekalongan adalah hasil tindak lanjut dari presentasi Bapak Wali Kota minggu lalu di BSKDN Kemendagri. Penilaian ini merupakan rangkaian penghargaan Innovative Government Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kemendagri,” ujar Andrianto.
Dari ratusan inovasi yang diajukan, terdapat dua inovasi unggulan yang mendapat perhatian nasional dan menjadi fokus utama tim penilai dalam visitasi kali ini.
Dua Inovasi tersebut yakni Kota Menawan (Konsolidasi Tanah untuk Menata Kawasan) di Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan. Inovasi non-digital ini menonjol karena mampu menyelesaikan persoalan tata ruang dan permukiman melalui model konsolidasi tanah yang melibatkan warga secara langsung.
Program ini tidak hanya menghasilkan penataan lingkungan yang lebih tertib, tetapi juga meningkatkan nilai lahan, kualitas hunian, dan kesejahteraan masyarakat Kampung Bugisan.
"Yang kedua, inovasi Jempol (Jembatan Pembayaran Online) di RSUD Bendan," jelasnya.
Jempol merupakan inovasi digital yang dikembangkan RSUD Bendan untuk mempermudah proses pembayaran layanan kesehatan secara daring.
"Dengan sistem terintegrasi, pasien tidak lagi harus mengantre panjang dan dapat melakukan pembayaran kapan saja. Inovasi ini dinilai relevan dan sangat bermanfaat, terutama bagi peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah," terangnya.
“Setelah dari sini, tim penilai akan bergerak ke Rumah Sakit Bendan dulu untuk melihat implementasi Jempol, kemudian melanjutkan peninjauan ke Kampung Bugisan untuk melihat langsung pelaksanaan Kota Menawan,” jelas Andrianto.
Andrianto berharap kunjungan ini menghasilkan penilaian yang baik bagi Kota Pekalongan.
“Kami berharap hasil validasinya bagus. Dari presentasi tadi terlihat bahwa dua inovasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan ke depannya sangat potensial untuk direplikasi ke wilayah lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setelah proses visitasi selesai, pihaknya tinggal menunggu pengumuman resmi dari Kemendagri.
“Kalau melihat tahun sebelumnya, biasanya pengumuman IGA itu dilakukan di awal Desember,” tambahnya.
Dengan meningkatnya jumlah inovasi serta dua program unggulan yang mendapat perhatian nasional, ia menegaskan, Kota Pekalongan semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang progresif dan adaptif terhadap perubahan.
"Visitasi IGA 2025 ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan Kota Pekalongan secara berkelanjutan," pungkasnya.
