KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan resmi melantik Muhammad Affan sebagai Direktur Perumda Tirtayasa periode 2026–2031. Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid, berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin, 5 Januari 2026.
Wali Kota menegaskan bahwa kinerja direksi akan dievaluasi setiap tahun untuk memastikan peningkatan pelayanan air bersih bagi warga. Ia menjelaskan, penetapan direktur baru dilakukan melalui proses seleksi yang panjang.
“Assessment sudah berjalan sekitar tiga bulan, lalu ada proses di kementerian kurang lebih dua bulan. Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan resmi dilantik,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat masih menyampaikan sejumlah keluhan terkait pelayanan PDAM, meski intensitasnya sudah berkurang. Oleh karena itu, pihaknya meminta direktur baru terlebih dahulu melakukan penyesuaian dan koordinasi internal.
“Minggu depan kita akan adakan rapat kerja Pemerintah Kota untuk membahas arah program ke depan,” katanya.
Wali Kota menyebut momentum pelantikan di awal tahun menjadi keuntungan tersendiri.
"Kinerjanya akan Saya evaluasi setiap satu tahun sekali. Jadi 2026 seperti apa, 2027 seperti apa, semuanya jelas terlihat,” terangnya.
Ia optimistis direktur Perumda Tirtayasa smampu membawa perubahan positif.
“Beliau sudah dua periode menjadi Direktur PDAM di Rembang. Saat wawancara, beliau memahami persoalan secara detail, baik soal pelayanan maupun internal. Jadi Saya yakin kompeten dan unggul,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Affan terpilih dari 10 calon yang mengikuti seleksi. Tahap akhir mengerucut menjadi lima kandidat, sebelum akhirnya Affan ditetapkan sebagai direktur. Namun demikian, dirinya mengingatkan bahwa persoalan PDAM tergolong kompleks.
"Mulai dari sumber air hingga pipa lama yang usianya sudah sangat tua, bahkan sejak zaman Belanda. Jadi program penanganannya harus bertahap,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirtayasa yang baru dilantik, Muhammad Affan, menegaskan bahwa, prioritas utamanya adalah peningkatan pelayanan publik.
“Masalah utama di Kota Pekalongan ini salah satunya kekurangan air baku. Kami akan bekerja sama dengan PT TNCT dan mungkin PDAM kabupaten tetangga untuk menambah pasokan,” ujarnya.
Namun, Affan menilai perbaikan jaringan distribusi juga menjadi pekerjaan besar. Banyak pipa utama kini berada jauh di bawah badan jalan akibat penurunan tanah.
"Ada yang kedalamannya sampai dua meter. Ini problem teknis yang harus dihitung secara efisien—apakah perbaiki pipa lama atau pasang jaringan baru,” jelasnya.
Soal pembiayaan, ia menyebut BUMD kini lebih fleksibel.
“Kami bisa melakukan pinjaman bank, sehingga tidak harus membebani APBD,” katanya.
Untuk tahap awal, Affan akan memetakan kondisi lapangan secara menyeluruh.
“Saya harus tahu semua dari sumber air baku di mana, pengolahan di mana, distribusi sepanjang berapa kilometer, termasuk keluhan warga di wilayah utara soal air berbusa atau keruh,” ujarnya.
Affan menegaskan siap bergerak cepat. “PR memang banyak, tapi harus dikerjakan. Setelah pelantikan ini Saya langsung koordinasi internal. Pegawai sudah paham kondisi lapangan, tugas saya sebagai nahkoda adalah memotivasi mereka,” tandasnya. (*)
