KETIK, YOGYAKARTA – Minggu pagi, 25 Januari 2026, selasar Masjid Asy-Syifaa’ RSUP Dr Sardjito tidak sedang menampilkan wajah muramnya. Ratusan orang dengan raut wajah lelah mayoritas adalah penunggu pasien tampak berjibun dalam antrean tertib.
Mereka tidak sedang mengantre giliran administrasi atau penebusan obat, melainkan menanti semangkuk sup krim hangat yang disajikan oleh Komunitas Sejoli (Sedekah-Joging-Kuliner) berkolaborasi dengan media online nasional Ketik.com.
Aksi sosial yang berlangsung Minggu, 25 Januari 2026 ini merupakan agenda kedua di 2026 bagi komunitas tersebut. Sejak dirintis pada 2025, kegiatan rutin dua mingguan ini konsisten menyasar para penunggu pasien yang kerap kali terabaikan di tengah hiruk-pikuk pelayanan rumah sakit.
Namun, ada yang berbeda pada pagi itu. Para relawan memutuskan untuk menanggalkan tradisi nasi kotak yang biasa mereka bagikan. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan menu yang dianggap lebih "memeluk" perut di tengah udara pagi Yogyakarta yang dingin.
Dapur Krapyak: Titik Nol Kemanusiaan
Kisah di balik layar aksi ini bermula saat fajar belum lagi menyingsing. Kesibukan memuncak di sebuah dapur milik Yani, salah satu relawan Sejoli yang bermukim tak jauh dari Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.
Di sana, kepul uap dari tiga panci raksasa memenuhi ruangan sejak dini hari. Para relawan bahu-membahu mengolah bahan-bahan segar menjadi sup krim kental yang gurih.
Pembagian sup krim untuk penunggu pasien RSID Dr Sardjito. (Foto: Fajar/Ketik.com)
"Hari ini kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda. Sup krim ini lebih ringan untuk sarapan, tapi tetap padat gizi dan memberikan kehangatan bagi mereka yang semalaman berjaga di bangsal," ujar Wulan, salah satu relawan Sejoli, sembari cekatan menuangkan sup ke dalam mangkuk di dampingi Amik relawan yang jauh-jauh datang dari Wonosari, Gunung Kidul.
Menariknya, energi di dapur dan lapangan tidak hanya datang dari orang dewasa. Tampak pula geliat tangan-tangan muda seperti Yoan, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Alika, seorang pelajar SMP. Kehadiran para remaja ini seolah menjadi pesan bahwa empati dan kepedulian sosial tidak mengenal batas usia. Mereka lincah memastikan setiap pengantre mendapatkan porsinya dengan senyum yang tulus.
Penyemangat di Balik Kesedihan
Tak butuh waktu lama, dalam kurun waktu kurang dari dua jam, lebih dari 350-an porsi sup krim, sebagian berikut roti tawar dan air mineral, ludes dibagikan. Penerimanya beragam; mulai dari keluarga pasien hingga karyawan RSUP Dr Sardjito. Semua dilayani tanpa membedakan! suku, ras, maupun agama.
Bagi para penunggu pasien, semangkuk sup ini adalah penyulut semangat. Budi, seorang pria paruh baya yang sedang menunggu anggota keluarganya di ruang ICU, mengaku sangat tersentuh.
"Pagi-pagi begini dapat sup hangat rasanya seperti dikuatkan. Sangat membantu kami yang seringkali lupa makan karena fokus menjaga keluarga di dalam," tuturnya lirih.
Senada dengan Budi, Dewi yang juga sedang berjuang menghadapi masa sulit di rumah sakit, merasa terhibur dengan adanya aksi ini.
"Senang sekali, menunya enak dan hangat. Tapi yang lebih penting, kami merasa ada yang peduli. Itu yang membuat kami merasa tidak sendirian," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Para relawan muda saat membagikan semangkuk kehangatan di RSUP Dr Sardjito. Mulai dari proses masak di Dapur Krapyak hingga distribusi di lapangan, Komunitas Sejoli dan Ketik.com membuktikan bahwa kolaborasi bisa jadi solusi nyata buat bantu sesama. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
Solidaritas Akar Rumput
Kegiatan ini pun dihadiri langsung oleh Kabiro Ketik.com wilayah DI Yogyakarta, Teguh Ariffianto. Menurutnya, kolaborasi ini adalah bentuk nyata keterlibatan media dalam aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Sinergi ini mempertegas bahwa narasi positif harus terus diproduksi melalui aksi nyata di lapangan.
Gerakan yang murni digerakkan oleh dana patungan relawan dan donatur ini turut memantik simpati dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto.
Orang nomor satu di jajaran Kejari Sleman ini memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Sejoli dan Ketik.com. Menurut Bambang, solidaritas akar rumput seperti ini adalah pilar penting bagi ketahanan sosial warga Yogyakarta.
Di selasar Masjid Asy-Syifaa’, Sejoli dan Ketik.com tidak hanya membagikan makanan. Mereka sedang merawat harapan bahwa di antara dinginnya ubin rumah sakit dan beban biaya medis, kemanusiaan tetap menyala hangat berawal dari sebuah dapur sederhana di sudut Krapyak. (*)
