KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus tancap gas mematangkan kesiapan infrastruktur jalan guna menyambut arus mudik dan libur Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Berdasarkan data survei kondisi jalan terbaru, mayoritas jalur utama di wilayah berjuluk "Bumi Sembada" tersebut diklaim dalam kondisi prima dan siap melayani lonjakan kendaraan.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’ruf, ST, mengungkapkan bahwa dari total 733,67 kilometer jalan kabupaten, kondisi kemantapan jalan sudah mencapai angka yang sangat positif.
Data menunjukkan sekitar 68,01 persen jalan berada dalam kondisi baik, sementara sisanya masuk kategori sedang hingga rusak ringan yang terus diintervensi melalui pemeliharaan rutin.
"Secara akumulatif, tingkat kemantapan jalan kita sudah mencapai angka yang sangat positif untuk melayani pemudik maupun wisatawan. Dari total 733 kilometer jalan kabupaten, lebih dari 96 persen sudah beraspal dan siap tempur menyambut lonjakan arus kendaraan pada Lebaran 2026 nanti," ujar Fauzan dalam paparannya, Kamis, 12 Maret 2026.
Fauzan menjelaskan bahwa secara teknis hampir seluruh jalan kabupaten di Sleman sudah menggunakan perkerasan aspal, yakni mencapai 96,12 persen. Selebihnya terdiri dari jalan beton sebesar 3,31 persen, paving 0,35 persen, dan telford 0,22 persen. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan jalur-jalur yang menjadi penyangga jalan nasional dan provinsi, serta akses menuju destinasi wisata utama, dapat berfungsi maksimal tanpa kendala teknis saat puncak arus mudik.
"Sleman adalah pintu masuk utama wisatawan di DIY. Oleh karena itu, kami memprioritaskan 58 ruas jalan penyangga jalur nasional dan provinsi, terutama akses menuju Prambanan dan Kaliurang. Kami menargetkan kondisi jalan di jalur-jalur tersebut mencapai 80 hingga 95 persen mantap sebelum H-7 Lebaran," tambah Fauzan menekankan pentingnya aksesibilitas wisata.
Untuk menjaga performa infrastruktur tersebut, Pemkab Sleman telah mengucurkan anggaran yang signifikan pada tahun 2026 ini. Program kerja yang sedang berjalan meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 15 kilometer dengan pagu anggaran sekitar Rp45,4 miliar.
Selain itu, terdapat program pemeliharaan berkala di 29 ruas jalan sepanjang 14,69 kilometer yang ditargetkan rampung pada periode April hingga Agustus, bersinergi dengan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 400 kilometer yang dilakukan secara terus-menerus dengan anggaran Rp26,8 miliar.
Sektor jembatan juga tidak luput dari perhatian. Selain pembangunan jalan, DPUPKP tengah memproses penggantian 63 unit jembatan atau gorong-gorong serta rehabilitasi Jembatan Kadisoko sepanjang 30 meter dengan biaya Rp1,2 miliar.
"Kami terus melakukan percepatan, baik itu pembangunan jalan baru maupun pemeliharaan rutin. Fokus kami bukan hanya pada pengaspalan, tapi juga penguatan jembatan agar keamanan beban kendaraan tetap terjamin," jelasnya.
Fauzan menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait terus diperkuat untuk memastikan jalur alternatif siap memecah kepadatan di titik rawan macet seperti Jalan Solo dan Jalan Magelang.
"Kenyamanan dan keamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami menjamin saat puncak arus mudik nanti, jalur-jalur alternatif sudah siap berfungsi maksimal untuk memecah kepadatan di jalan protokol," pungkasnya.
Dengan kesiapan infrastruktur yang ada, Sleman optimistis dapat memberikan kenyamanan bagi jutaan pemudik yang akan masuk ke wilayah Yogyakarta pada Lebaran 2026 mendatang. (*)
