Jalan Akses Pelabuhan Socah Tertunda, Tokoh Bangkalan Soroti Hilangnya Dana Rp34 Miliar

12 Maret 2026 20:57 12 Mar 2026 20:57

Thumbnail Jalan Akses Pelabuhan Socah Tertunda, Tokoh Bangkalan Soroti Hilangnya Dana Rp34 Miliar

H. Yasin Marsely berharap proses hukum berjalan transparan (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Tokoh masyarakat Bangkalan, H. Yasin Marsely, menyoroti dugaan hilangnya dana sekitar Rp34 miliar yang diperuntukkan bagi pembebasan lahan proyek jalan penghubung Suramadu menuju Pelabuhan Socah. 

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas persoalan tersebut agar proyek strategis bagi kemajuan daerah itu dapat segera terwujud.

Menurut Yasin, proyek pembangunan jalan sepanjang hampir 15 kilometer tersebut merupakan program yang sejak awal didukung pemerintah pusat untuk membuka akses menuju kawasan pelabuhan dan kawasan industri di wilayah Socah, Kabupaten Bangkalan.

“Pemerintah pusat sudah membiayai pembangunan jalan itu. Panjangnya hampir 15 kilometer dengan lebar sekitar 40 meter,” ujar Yasin saat ditemui, Kamis. 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek tersebut terdapat pembagian tugas antara beberapa pihak. Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendapat tanggung jawab melakukan pembebasan lahan, sementara pihak lain seperti Badan Pengembangan Wikayah Suramadu (BPWS ) kali itu , pemerintah provinsi, serta investor juga memiliki peran pada bagian tertentu dari proyek tersebut.

Pemkab Bangkalan, kata Yasin, kala itu diberi kepercayaan mengelola anggaran sekitar Rp75 miliar untuk pembebasan lahan hampir 10 kilometer dari total panjang jalan yang direncanakan.

Namun dalam pelaksanaannya, pembebasan lahan yang terealisasi disebut baru sekitar 6 kilometer, dengan penggunaan anggaran mencapai sekitar Rp41 miliar.

“Artinya masih ada sisa sekitar Rp34 miliar. Informasi yang berkembang sejak 2018, dana itu disebut raib dari kas daerah. Ke mana perginya, itu yang harus dijelaskan dan diselidiki oleh aparat penegak hukum,dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bangkalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut kini mulai mendapat perhatian aparat penegak hukum. Beberapa pihak yang terkait dengan proyek pada masa itu disebut telah mulai dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Sudah mulai diproses. Ada pemanggilan pejabat-pejabat yang saat itu terlibat,” katanya.

Yasin menegaskan dirinya hanya menyampaikan aspirasi sebagai warga masyarakat yang berharap proyek pembangunan tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, keberadaan akses jalan dari Suramadu menuju pelabuhan sangat penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Bangkalan.

“Harapan saya jalan itu segera diwujudkan supaya daerah kita bisa maju. Masa sudah 80 tahun merdeka, kita masih menghadapi kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah provinsi dikabarkan siap mengambil alih peran sebagai koordinator pembebasan lahan untuk sisa proyek yang belum terselesaikan, setelah persoalan anggaran yang hilang tersebut menjadi jelas.

“Provinsi siap menjadi leader, tapi salah satu syaratnya dana yang tersisa itu harus jelas. Makanya kita tunggu hasil penyelidikan dari penegak hukum,” tambahnya.

Yasin berharap proses hukum berjalan transparan sehingga persoalan yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade tersebut dapat segera menemukan titik terang dan proyek pembangunan jalan strategis itu bisa kembali dilanjutkan.(*)

Tombol Google News

Tags:

soroti dana 34 M H. Yasin Marsely jalan Suramadu Pelabuhan ssocah