KETIK, BANGKALAN – Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dengan sejumlah tokoh masyarakat, organisasi non-pemerintah (NGO), serta awak media di Aula Mako Lanal Batuporon, Kabupaten Bangkalan, Senin 9 Maret 2026 sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut digelar dalam suasana penuh keakraban. Acara ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran TNI AL dengan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers di Bangkalan.
Sebelumnya, Lanal Batuporon juga telah melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat di akses Tanean Suramadu dan wilayah sekitar pangkalan beberapa hari lalu.
Komandan Lanal Batuporon, Letkol Laut (P) Ari Wibowo, S.E., M.Tr.Opsla, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan buka bersama ini menjadi ajang perkenalan sekaligus memperkuat komunikasi antara Lanal Batuporon dengan berbagai elemen masyarakat.
“Terima kasih atas kehadiran teman-teman NGO dan rekan media dalam acara buka bersama ini. Saya juga ingin memperkenalkan diri sebagai pengganti Letkol Laut (P) Novian sebagai Danlanal Batuporon,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi demi mendukung pembangunan, khususnya di wilayah Madura.
“Mari kita membangun kebersamaan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Komunikasi harus terus kita tingkatkan. Silakan jika ada hal yang ingin disampaikan bisa langsung kepada saya, Pasops, atau Pasintel,” tambahnya.
Acara tersebut dihadiri sejumlah perwakilan NGO di Bangkalan, di antaranya IKAMA, BNPM, PAKIS, HMI, SN, dan LIPI, serta beberapa media massa seperti Net100News, IIC, Panjinasional, Jurnal Hukum, Warta Pena, Ketik.Com dan Purnama News.
Perwakilan NGO, Rosul, menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa NGO tetap memiliki fungsi kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan di lapangan.
“Kami sebenarnya tidak menentang kebijakan pemerintah. Kami tetap mendukung, tetapi yang kami soroti adalah pelaksana atau pengusaha yang tidak memperhatikan kearifan lokal. Kami berharap semua pihak disiplin terhadap aturan agar tidak merugikan pemerintah maupun masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Batuporon juga menyinggung program pemerintah terkait Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang rencananya akan dikembangkan di wilayah pesisir Madura.
Menurutnya, pihak Lanal Batuporon telah meninjau dua lokasi potensial di wilayah Bangkalan dan Sampang. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan masyarakat nelayan setempat sebelum mengusulkan lokasi tersebut kepada pemerintah.
“Kami sudah meninjau dua lokasi di Bangkalan dan Sampang. Ke depan kami juga akan meninjau langsung di Kecamatan Labang. Jika memenuhi persyaratan, akan kami ajukan ke pemerintah,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Hasin, perwakilan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung program tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhamad Rawi, bahkan telah menyiapkan lahan di pesisir pantai Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, untuk mendukung pengembangan program KNMP.
“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dan Lanal Batuporon. Bahkan sebelumnya kami sudah berkolaborasi dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk pra-feasibility study wisata bahari. Jika program KNMP dinilai lebih bermanfaat dalam jangka panjang, lahan IKAMA siap digunakan,” ujarnya.
Menutup acara tersebut, Danlanal Batuporon berharap komunikasi dan konsolidasi antara NGO, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin dengan baik.
“Harapan kami, sinergi antara NGO dan pemerintah tetap terjaga sehingga dapat mendukung program pembangunan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Bangkalan dan sekitarnya,” pungkasnya. (*)
