KETIK, SURABAYA – Di Gang Lebar Wonocolo, penjual nasi goreng sangat melimpah. Namun di sudut jalan, ada nasi goreng yang tak terlupakan dari generasi ke generasi. Legenda hidup ini bernama Nasi Goreng Joni Goyang.
Nasgor Joni Goyang adalah nasi goreng ter-tua di Gang Lebar, Wonocolo. Sang pemilik, Joni Suroso (54) mengklaim bahwa nasgornya paling tua di daerah ini. Nasgornya menguasai bidang pernasgoran di daerah ini sejak tahun 1988, sejak pria berkumis tebal itu berusia 16 tahun.
Berbekal hobi masak dan ‘dolan’, ia nekat berangkat dari Magetan ke Surabaya pada tahun 1986, pada saat ia berusia 14 tahun. Awalnya, ia berjualan bakso di Surabaya. Namun, ia merasa tak cocok berjualan bakso. “Gak cocok aku mas, cocok dodol nasgor, seneng (tidak cocok saya mas, lebih cocok jual nasgor, menyenangkan),” ujarnya saat diwawancara pada Selasa (10/2/2026).
Bapak dari empat anak ini menuturkan, bahwasannya sempat berganti-ganti nama usaha. Namun, sejak cucunya lahir dan sedikit mampu mengartikulasikan kata-kata, Joni “Goyang” adalah nama kedai yang terinspirasi dari kata-kata pertama cucunya. Ia menirukan cucunya, “Mbah.. Goyang, Mbah,” isyarat agar digendong dan digoyang-goyang untuk sekadar bermain atau menidurkannya. Inilah sejarah penamaan Joni Goyang.
Sajian nasi goreng khas Surabaya dengan acar dan ayam suwir. tanggal 10 Februari 2026 di Gang Lebar no. 31, Wonocolo, Surabaya. (foto: Muhammad Fajar Hasan/ketik.com)
Kedai ini menawarkan beberapa menu seperti; nasi goreng, mie goreng, cap jhe, bihun, tami, dan berbagai minuman seperti teh dan jeruk dengan opsi dingin atau panas. Untuk seukuran nasi goreng legendaris, harga makanan di kedai ini terbilang cukup murah karena lokasinya berada di belakang kampus.
Untuk satu porsi nasi goreng, bisa dibilang cukup banyak. Ditambah ayam suwir, dan juga acarnya. Rasa nasi goreng merah yang seimbang dan perpaduan nasi yang lumayan, membuat pelanggan ketagihan membeli nasi goreng di sini.
Nasi goreng, mie goreng, dan bihun dibanderol Rp14.000. Sementara cap jhe bisa dinikmati dengan harga Rp22.000, dan tami Rp27.000. Ini adalah harga normal. Apabila ingin tambah telur maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp5.000 dan tambahan Rp6.000 untuk paket spesial. Paket spesial biasanya mencakup tambahan daging, telur, sosis, dan bakso.
Bagi pelanggan yang ingin dine-in (makan di tempat), Joni menyediakan meja panjang, kursi panjang, serta ruangan 3x3 meter. Cukup untuk sekedar menikmati nasi goreng hangat di malam yang panjang bersama keluarga atau kekasih.
Namun yang tak banyak orang tahu, ada “hidden menu” di warung ini. Pria berusia 54 tahun itu berkata, bahwa menu tersembunyi ini tersedia apabila ada pesanan partai besar. Karena baginya, ia bisa membuatkan masakan apapun.
Biasanya, pelanggan dan tetangga memesan bakso, soto, nasi pecel, nasi ayam kecap, dan yang lain untuk acara seperti; pengajian, shalawatan, dan makan untuk anak-anak pondok. “Nek sek pesen akeh, tak gawekno mas. Nek sithik repot (kalau yang pesan banyak, saya buatkan mas. Kalau sedikit repot),” ujarnya.
Bagi Joni, mengurus usaha adalah hal yang tak mudah. Sabar, ikhlas, dan disiplin adalah kunci agar usaha terus berjalan. Terbukti, di umur 27, pria asal Magetan ini bisa membangun rumah dari hasil ia berjualan nasgor. “Jaman bien ga onok sek percoyo mas nek dodol nasgor iso gawe omah dewe (Zaman dulu ga ada yang percaya mas, kalau jualan nasgor bisa bikin rumah sendiri),” ucap Joni.
Namun bagi pelanggan yang makan di tempat, tidak bisa terlalu berlama-lama berdiam di sini, apabila membawa kendaraan besar seperti mobil dan yang lain. Bukan karena apa, letak warung pria 54 tahun itu berada di sisi jalan dengan parkiran yang minim. Bahkan terkadang, parkirannya harus berbagi dengan warung soto samping warungnya.
Nasgor Joni Goyang buka dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Sehingga tak perlu khawatir, apabila di malam hingga pagi anda kelaparan. Joni sendiri sudah biasa ngalong dan memilih tidur pagi hingga siang. “Kuat-kuat ae aku mas. Wis biasa (kuat-kuat aja saya mas. Sudah biasa),” ujar pria paruh baya itu.
Masalah rasa, nasgor milik Joni boleh diadu dengan yang lain. Bahkan konon, rasanya juga bikin ‘goyang’ lidah. Irsyad (30), salah satu pelanggan asal Jombang tersebut, mengakui bahwa Nasgor Joni Goyang lezat. “Enak mas, tepak cidek mbek gaweanku, nek luwe rene aku (Enak mas, kebetulan dekat dengan tempat kerja saya, kalau lapar saya ke sini), ” tutur Irsyad, mengenakan kaos Persebaya.
Fian (21) seorang mahasiswa dari Banyuwangi juga mengakui bahwa nasgor pria pemilik kedai samping kali tersebut tidak main-main rasa dan porsinya, “Asin, gurih, mbek manis e terasa pas ngono, lho. Nasgor liane kadang kepedesen, kasinen. Sek iki seje, oleh uakeh sego e (Asin, gurih, dan manisnya terasa pas. Nasgor lainnya terkadang terlalu pedas, terlalu asin. Yang ini beda, dapet banyak nasinya),” jelasnys.
Letak Nasgor legendaris dan lezat ini berada di Gang Lebar no. 31, Wonocolo, Surabaya. Dekat jembatan gang lebar dan gang III. 5 menit dari Maspion Square dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Sekitar 30 menit lamanya dari pusat kota. Bahkan, lebih dekat ke perbatasan Sidoarjo (kurang lebih 15 menit). (*)
