Dari Baghdad ke Surabaya, Kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani Dipamerkan di Masjid Al-Akbar

12 Maret 2026 22:05 12 Mar 2026 22:05

Thumbnail Dari Baghdad ke Surabaya, Kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani Dipamerkan di Masjid Al-Akbar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) di sela membuka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: Humas Masjid Al Akbar)

KETIK, SURABAYA – Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani hadir di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). Pada Rabu 11 Maret 2026, pameran yang digelar di kawasan Air Mancur MAS selama 1–30 Ramadhan tersebut dibuka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Healing Ramadhan 2026” yang diselenggarakan oleh Masjid Al-Akbar Surabaya.

Salah satu koleksi utama yang dipamerkan adalah kiswah peninggalan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yakni kain penutup makam yang digunakan secara khusus untuk menutup makam ulama besar tersebut di Baghdad, Irak. Kiswah tersebut diganti secara berkala setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

“Kiswah yang dipamerkan di Masjid Al-Akbar Surabaya ini memiliki nilai historis yang istimewa, karena diberikan secara langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat saya berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad,” kata Gubernur Khofifah.

Menurut Khofifah, keberadaan kiswah tersebut tidak hanya menjadi artefak sejarah, tetapi juga simbol kuatnya sanad keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan oleh para ulama besar kepada generasi berikutnya.

“Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang telah diwariskan oleh para ulama besar,” ujarnya.

Selain kiswah, pameran ini juga menampilkan potret perjalanan Masjid Al-Akbar Surabaya sejak pertama kali digagas pada tahun 1995 hingga diresmikan oleh Presiden Gus Dur pada 10 November 2000. Pameran tersebut menampilkan berbagai dokumen historis dan artefak masjid, seperti kentongan, beduk, serta mihrab ukiran tahun 1999 yang menjadi bagian dari sejarah pembangunan MAS.

Tidak hanya itu, pameran juga menghadirkan berbagai manuskrip kitab klasik yang menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam. Di antaranya Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di pesantren . 

Menurut Gubernur Khofifah, Jawa Timur saat ini serius melakukan pelestarian khazanah keilmuan Islam melalui penelitian, penelaahan, hingga penerbitan kitab-kitab turats atau warisan keilmuan klasik.

“Dari proses tersebut, sekitar 400 manuskrip telah berhasil diteliti dan diselesaikan, sedangkan sekitar 200 manuskrip lainnya telah didigitalisasi untuk menjaga kelestariannya, sekaligus memudahkan akses generasi mendatang,” katanya.

Bahkan, dari 200 manuskrip yang telah didigitalisasi tersebut, sebanyak 48 manuskrip telah dirangkum dalam bentuk ikhtisar yang kemudian dibukukan dalam dua kitab khusus. Kedua kitab tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Grand Imam Al-Azhar, Syekh Ahmad Al-Tayyib, sebagai upaya memperkenalkan khazanah keilmuan ulama Nusantara kepada dunia Islam internasional.

Selain kiswah, manuskrip, dan dokumen historis MAS, pameran ini juga menampilkan sejarah serta keteladanan para alim ulama Jawa Timur yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Di antaranya KH Muhammad Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, KH Mas Mansur, KHA Wahab Hasbullah, KH Raden As’ad Syamsul Arifin, KHA Wahid Hasyim, KH Masykur, KH Abdurrahman Wahid, serta Syaikhona Muhammad Kholil.

“Jadi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pembelajaran, dan penguatan karakter umat, sekaligus ruang kolaborasi yang ramah bagi generasi muda untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga melantik dan mengukuhkan 99 relawan GenZI MAS yang akan bertugas melayani jamaah dalam pelaksanaan Qiyamullail pada 10 hari terakhir Ramadhan (21–30 Ramadhan 1447 H) di Masjid Al-Akbar Surabaya.

“Setiap bulan Ramadhan, Masjid Al-Akbar Surabaya selalu dipadati oleh jamaah, khususnya pada 10 malam terakhir Ramadhan, karena itu Remas-GenZI MAS merekrut volunter/relawan,” kata Maula Azka selaku Ketua Remas-GenZI MAS

Relawan GenZI tersebut direkrut melalui proses seleksi dari lebih dari 200 pendaftar hingga terpilih 99 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Lamongan, Tuban, dan beberapa daerah lainnya.

Selain pameran kiswah, rangkaian kegiatan “Healing Ramadhan 2026” di Masjid Al-Akbar Surabaya juga meliputi berbagai agenda keagamaan dan sosial, di antaranya program One Day One Khatam (1–30 Ramadhan 1447 H), Ngaji Ngabuburit (1–30 Ramadhan), Qiyamul Lail pada 10 hari terakhir Ramadhan (21–30 Ramadhan), peringatan Nuzulul Qur’an (17 Ramadhan), serta program “MAS Berbagi” bagi dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, guru, dan marbot pada 21 Ramadhan.

Selain itu, MAS juga menyelenggarakan Marbot Soccer League 2026 pada 1–10 Maret serta berbagai perlombaan seperti lomba mewarnai, dai cilik, hadrah Al-Banjari, dan patrol. (*)

Tombol Google News

Tags:

Masjid Pembukaan Pemeran Kiswah Abdul kadir Aljailani surabaya Gubernur Khofifah