KETIK, BLITAR – Di tengah suasana bulan suci Ramadan, semangat ratusan warga Kecamatan Rejotangan tak surut. Pada Senin 23 Februari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, perwakilan masyarakat yang tergabung dalam 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” mendatangi Kantor Kecamatan Rejotangan untuk menyampaikan aspirasi terkait banyaknya jalan rusak di wilayah tersebut.
Aksi damai itu dihadiri sekitar 250 perwakilan warga dari sejumlah desa, di antaranya Desa Sumberagung, Tanen, Sukorejo Wetan, Tenggong, Panjerejo, Tenggur, Karangsari, Tugu, serta desa lainnya di Kecamatan Rejotangan. Awalnya, massa yang dijadwalkan hadir mencapai sekitar 1.200 orang.
Kedatangan mereka disebut bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan bersilaturahmi sekaligus meminta penjelasan pemerintah kecamatan terkait penanganan infrastruktur jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
“Kami hanya ingin mengerti sejauh apa yang sudah dilakukan Pak Camat, khususnya terkait kondisi jalan rusak yang sudah banyak memakan korban pengendara roda dua maupun lebih,” ujar Korlap aksi, Robet Avandi.
Menurutnya, selama ini perbaikan yang dilakukan sebatas penambalan sementara. Di sisi lain, muncul persepsi di masyarakat tentang adanya aturan atau undang-undang baru yang menyebutkan jalan tertentu tidak boleh dibangun sembarangan karena dapat merusak kualitas konstruksi.
“Penyampaian itu kami terima dari Korwil Timur, Mas Edi Suyanto. Tapi masyarakat juga bingung, kalau dibiarkan rusak berlarut-larut berbahaya, kalau bergerak malah takut melanggar aturan,” imbuh Robet.
Dalam forum dialog tersebut, warga meminta Camat Rejotangan, Djarot, untuk mengawal aspirasi mereka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan melakukan konsolidasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Hasil aksi damai itu dituangkan dalam sebuah petisi. Warga memberikan waktu satu tahun ke depan untuk melihat progres nyata penanganan jalan rusak.
“Kalau dalam kurun waktu satu tahun tidak ada respons atau progres yang jelas, kami akan kembali bersilaturahmi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Robet.
Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Rejotangan, Djarot, menyampaikan apresiasi atas kedatangan warga yang dinilainya tetap menjaga ketertiban dan suasana kondusif.
“Saya berterima kasih atas kehadiran teman-teman semua. Mari kita kawal bersama aspirasi ini. Mohon doa dan dukungan agar perjuangan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Usai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil oleh perwakilan 212 Loro Siji Loro bersama Forkopimcam Rejotangan. Aksi pun berakhir dalam keadaan tertib, aman, dan damai.
Turut hdir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”, Dana, Dewan Pertimbangan Bagus Romadhon, serta pengurus DPC 212 Kabupaten Kediri, Arif.
Dalam kesempatan itu, Dana menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan.
"212 ini jangan dijadikan momok yang menakutkan. Mari kita bergandengan tangan. Tujuan kami bukan menyudutkan siapa pun, tetapi bersama-sama menuju Tulungagung yang lebih baik,” ujar Dana.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap kinerja Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo.
“Kinerja Bapak Bupati saat ini luar biasa. Kami sebagai masyarakat sangat mendukung beliau untuk membawa Tulungagung lebih maju dan bersatu,” pungkasnya. (*)
