KETIK, BREBES – Infrastruktur jalan nasional yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru menjadi momok menakutkan bagi warga.
Buruknya sistem drainase di sejumlah titik jalan nasional, Terutama di Jalan Raya Pesantuan Brebes memicu dampak berantai, mulai dari ancaman keselamatan jiwa hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Warga menyebutkan, kondisi saluran air yang tersumbat menyebabkan air cepat meluap ke badan jalan meski intensitas hujan tergolong rendah. Hal ini menyebabkan permukaan aspal tertutup genangan yang menyembunyikan lubang-lubang dalam.
"Setiap kali hujan dengan durasi yang paling setengah jam saja terutama jika hujan deras pasti banjir, penyebabnya saya kira saluran airnya itu sudah tidak berfungsi karena sudah puluhan tahun tidak ada perbaikan atau dinormali lokasi ujar Sumari salah seorang warga sekitar ditemui dilokasi, Rabu 3 Januari 2026.
Selain berdampak pada aktivitas, warga di lokasi menyebutkan seringnya pengendara roda dua menjadi korban. Terbaru seorang pelajar mengalami kecelakaan karena menghindari genangan.
Tak hanya soal keselamatan, luapan air yang merambat hingga ke permukiman dan tempat usaha warga mulai merusak tatanan ekonomi.
"Kalau sudah ada mobil gede itu air bisa langsung masuk ke sini, ke ruko-ruko yang ada di sebelahnya karena ombaknya dan air pada masuk, Kerugian kami terus bertambah setiap kali hujan turun," keluh warga lainnya.
Warga mengaku sudah berulang kali menyuarakan kondisi ini melalui media sosial dan menandai akun dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.
"Kami sudah sering mengeluh di Facebook, Instagram dan media sosial lainya, tapi belum ada tanggapan apalagi perbaikan. Seolah-olah dinas terkait tutup mata," kata Sumari.
Akar masalah dinilai adalah pendangkalan dan kurangnya pemeliharaan. Masalah ini diduga kuat bersumber dari tiga faktor utama.
Penumpukan sedimen dan sampah yang tidak pernah dikeruk. Kapasitas saluran tidak lagi mampu menampung volume air saat ini. Tidak adanya perawatan rutin dari instansi yang berwenang, baik Kementerian PUPR maupun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Warga kini mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan normalisasi drainase dan perbaikan jalan secara struktural. Masyarakat berharap tidak perlu ada korban jiwa yang lebih banyak lagi sebelum pemerintah mengambil langkah konkret.(*)
