Berkunjung ke Museum Rajekwesi, Wisata Sejarah Edukatif Gratis di Jantung Kota Bojonegoro

31 Januari 2026 21:53 31 Jan 2026 21:53

Thumbnail Berkunjung ke Museum Rajekwesi, Wisata Sejarah Edukatif Gratis di Jantung Kota Bojonegoro

Tampak depan Gedung Museum Rajekwesi Bojonegoro. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Berkunjung ke Museum Rajekwesi Bojonegoro bukan sekadar melihat koleksi benda antik, tetapi juga merasakan pengalaman belajar sejarah yang menyenangkan.

Museum yang berlokasi di Jalan Pahlawan, atau tepat di selatan alun-alun kota ini, terbuka untuk umum tanpa tiket masuk sehingga cocok bagi siapa pun yang ingin belajar sejarah sambil berwisata.

Setibanya di lokasi, pengunjung dapat memanfaatkan area parkir yang tersedia di sisi kanan pintu masuk.

Sejak awal kedatangan, suasana ramah sudah terasa melalui sambutan satpam yang memberikan arahan alur kunjungan.

Pihak museum juga menyarankan pengunjung menanyakan jadwal kosong sebelum masuk agar kunjungan lebih nyaman dan tidak bersamaan dengan rombongan lain.

Foto Pusaka peninggalan Bojonegoro (Foto Kominfo )Pusaka peninggalan Bojonegoro. (Foto: Kominfo for Ketik.com )

Daya tarik awal langsung terlihat dari keberadaan andong di depan pintu masuk sebagai simbol transportasi tradisional masa lalu.

Proses kunjungan diawali dengan registrasi serta mengikuti akun media sosial TikTok dan Instagram Museum Rajekwesi Bojonegoro.

Setelah itu, pengunjung diajak memasuki ruang pertama yang menyajikan masa prasejarah. Beragam fosil hewan darat dan laut dipamerkan, mulai dari fosil gajah, tanduk rusa, tengkorak kuda nil, hingga kerang dan gigi hiu.

Penataan koleksi dalam kaca bening memungkinkan pengunjung mengamati detail fosil secara jelas, didukung penjelasan informatif yang tersedia di tengah ruangan.

Memasuki ruang kedua, pengunjung diajak menyelami masa Hindu-Buddha. Berbagai artefak perdagangan global, temuan gerabah kuno, serta arca Dewa Siwa dan Ganesha menjadi bukti pentingnya peran Bojonegoro dalam sejarah peradaban.

Koleksi benda pusaka dan karya seni beraksara kuno yang tersimpan rapi menambah kuat nuansa historis di ruangan ini.

Perjalanan berlanjut ke ruang ketiga, yakni ruang etnografi. Sebuah lesung padi panjang yang berada di tengah ruangan langsung mencuri perhatian dan mencerminkan kehidupan agraris masyarakat Bojonegoro.

Di sekelilingnya, dipamerkan alat musik tradisional, teknologi pertanian, serta senjata tradisional sebagai representasi kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Pengunjung juga dapat naik ke lantai dua menuju ruang keempat. Di ruangan ini terdapat seperangkat gamelan yang masih aktif digunakan untuk latihan. Ruang pertunjukan wayang menjadi salah satu spot favorit karena menampilkan berbagai jenis wayang lengkap dengan gamelannya.

Dengan pendampingan pemandu, pengunjung bahkan dapat mencoba memainkan gamelan secara langsung.

Nuansa budaya semakin terasa di ruang kelima yang menampilkan beragam busana kesenian. Manekin dengan pakaian adat khas Bojonegoro dipajang rapi, mulai dari busana pengantin hingga kostum kesenian tradisional.

Kehadiran pelaminan sederhana di salah satu sudut ruangan menghadirkan suasana hangat layaknya prosesi mantenan.

Sebagai penutup, pengunjung diajak memasuki ruang imersif untuk menyaksikan film sejarah Bojonegoro.

Tayangan visual ini membantu memahami perjalanan peradaban Bojonegoro secara lebih hidup sebelum pengunjung diarahkan menuju pintu keluar dengan melewati ruang rapat yang berada di dekat tangga.

Museum Rajekwesi Bojonegoro tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga ruang belajar yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa kini. Berada di jantung kota dan mudah diakses, museum ini menjadi destinasi edukatif yang ramah bagi semua kalangan.(*)

Tombol Google News

Tags:

#Museum sejarah #Generasi masa lalu #belajar generasi #Milenial Kabupaten Bojonegoro Museum Rajekwesi Bojonegoro wisata edukasi Sejarah Bojonegoro Museum Gratis