Pembangunan Sekolah Rakyat di Cilacap Target Juni Rampung, Bulan Juli Bisa Terima Murid

30 Januari 2026 19:51 30 Jan 2026 19:51

Thumbnail Pembangunan Sekolah Rakyat di Cilacap Target Juni Rampung, Bulan Juli Bisa Terima Murid

Kepala Dinas Sosial PPA Kabupaten Cilacap, dr. Moch Ichlas Riyanto. (Foto: Nani Eko/Ketik)

KETIK, CILACAP –  

Pemerintah Kabupaten Cilacap memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Pembangunan tahap I ditargetkan rampung pada Juni mendatang.

Kepala Dinas Sosial PPA Kabupaten Cilacap, dr. Moch. Ichlas Riyanto, menyatakan harapannya agar pada Juli tahun ini Sekolah Gratis sudah mulai menerima murid, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

“Nantinya sekolah tersebut akan menampung sekitar 1.000 siswa dengan konsep boarding school. Untuk peserta didik, diprioritaskan bagi warga yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desil 1 dan Desil 2,” ujar Ichlas.

Ichlas menjelaskan, proses penerimaan siswa akan dilakukan oleh Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait perekrutan, kemudian calon siswa akan melalui tahap verifikasi.

“Jadi data yang kami dapat dari Dinas Pendidikan tinggal kami cross-check. Kebetulan kami memiliki pendamping di banyak wilayah yang akan membantu memverifikasi data siapa saja yang putus sekolah atau belum sekolah,” terangnya.

Lebih lanjut, program Sekolah Rakyat bertujuan memberikan akses pendidikan gratis untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kabupaten Cilacap termasuk dalam 166 daerah di Indonesia sebagai penerima program pendidikan gratis.

“Sekolah gratis berkonsep boarding school ini akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, termasuk kebutuhan di asrama hingga operasionalnya,” ucap Ichlas.

Ia menambahkan, pembangunan sekolah ini digarap oleh PT Wika di atas lahan seluas 5,5 hektare yang berlokasi di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, kompleks Balai Benih Ikan Majenang.

Adapun pembangunan tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp210 miliar yang bersumber dari APBN. Tahapan sudah mulai berjalan dengan membangun 19 bangunan untuk ruang pendidikan, asrama, musala, dan fasilitas lainnya.

“Dengan konsep asrama, kami tidak hanya merekrut tenaga pendidik saja, tetapi juga tenaga lain seperti juru masak, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan,” katanya.

“Kita wajib bersyukur Kabupaten Cilacap mendapat alokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sehingga semakin menguatkan upaya membantu saudara-saudara kita yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam bidang pendidikan. Harapannya, program ini dapat melahirkan generasi muda yang produktif dan berkualitas,” tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap Sekolah Rakyat