Peringatan Hari Desa Nasional 2026

DIY Apel dan Ikrar di Tebing Breksi, Banyuraden Juara Nasional di Boyolali

15 Januari 2026 22:13 15 Jan 2026 22:13

Thumbnail DIY Apel dan Ikrar di Tebing Breksi, Banyuraden Juara Nasional di Boyolali

Lurah Banyuraden, Sudarisman saat menerima piala dan piagam penghargaan Peringkat II Desa/Kalurahan Terbaik Nasional Tahun 2025 dari Kemendagri dalam puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 15 Januari 2026. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tebing Breksi, Kalurahan Sambirejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tak menyurutkan langkah ribuan pamong kalurahan se-DIY. Di bawah langit mendung Prambanan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berdiri sebagai pembina apel dalam Peringatan Hari Desa Nasional DIY 2026.

Meski udara dingin menusuk, acara yang berlangsung, Kamis, 15 Januari 2026, tetap khidmat saat Sri Sultan HB X membacakan amanat yang menekankan pada satu kata kunci: integritas. Pesan dari Tebing Breksi itu bukan sekadar retorika, sebab di saat yang hampir bersamaan, kabar kemenangan datang dari Boyolali, Jawa Tengah, tempat Kalurahan Banyuraden dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik di Indonesia.

Mandat Budaya dan Transformasi Pamong

Dalam pidatonya di hadapan jajaran pejabat seperti Ketua DPRD DIY Nuryadi, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, hingga Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Sri Sultan menegaskan bahwa kalurahan adalah ruang laku budaya tempat negara pertama kali hadir bagi rakyatnya.

Melalui tema "Jogja Harmoni: Kalurahan Melayani, Mukti Membumi", Sri Sultan mengingatkan para lurah mengenai transformasi bersejarah dari pangreh praja yang berwatak penguasa menjadi pamong praja yang melayani.

Sri Sultan mengutip Serat Piwulang karya Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk mengingatkan bahwa korupsi adalah kegagalan moral yang menghancurkan kepercayaan publik, sehingga nilai Rasa Andhap Bawana Krama harus menjadi kerangka etika pelayanan yang mengedepankan kerendahan hati.

Sebagai bentuk komitmen nyata, para lurah dan pamong yang hadir di Tebing Breksi mengucapkan Ikrar Kalurahan Melayani. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan Gelar Potensi Kalurahan serta penampilan kesenian Jathilan Sambirejo. Turut hadir menyaksikan prosesi ini jajaran Forkopimda DIY, Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam, serta Ketua Pirukunan Tuwanggana KPH Notonegoro.

Kepala Dinas PMK2PS DIY, KPH Yudanegara, menyatakan bahwa semangat "Mukti Membumi" diwujudkan melalui penguatan ekonomi kalurahan dan pelestarian budaya agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh warga.

Foto Lurah Banyuraden, Sudarisman, menunjukkan piala dan Piagam Penghargaan Desa Terbaik Nasional Regional II Jawa-Bali usai acara puncak Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali. Keberhasilan Banyuraden diharapkan menjadi motivasi bagi kalurahan lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)Lurah Banyuraden, Sudarisman, menunjukkan piala dan Piagam Penghargaan Desa Terbaik Nasional Regional II Jawa-Bali usai acara puncak Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali. Keberhasilan Banyuraden diharapkan menjadi motivasi bagi kalurahan lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

Prestasi Banyuraden di Panggung Nasional

Gema integritas di Tebing Breksi tersebut mendapatkan pembuktian praktis di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam acara puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dihadiri puluhan ribu orang, Kalurahan Banyuraden dari Kapanewon Gamping, Sleman, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat II Pemerintah Desa dan Kalurahan Award tingkat nasional tahun 2025 untuk Regional II wilayah Jawa-Bali. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, dengan didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Panggung nasional ini juga dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Ditemui usai menerima penghargaan, Sudarisman menyatakan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah pelecut semangat untuk masa depan desa yang lebih mandiri.

"Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan Banyuraden, dan terus menjaga kekompakan warga Kalurahan Banyuraden," ujar Sudarisman dengan optimis.

Sinergi Asta Cita dan Harapan Daerah

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pemerintah kalurahan dan masyarakat Banyuraden yang telah bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan. Ia memandang prestasi ini sebagai standar baru bagi wilayahnya.

"Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi kalurahan lainnya di Kabupaten Sleman untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Danang.

Hal ini selaras dengan pernyataan Menteri Desa Yandri Susanto yang menegaskan bahwa membangun desa adalah bagian inti dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, di mana 75.266 desa di Indonesia kini diposisikan sebagai subjek utama pembangunan nasional.

Perayaan Hari Desa Nasional 2026 ini pada akhirnya menjadi penanda kuat kembalinya marwah desa. Dari ikrar integritas yang diucapkan di tengah hujan lebat Tebing Breksi hingga podium kemenangan di Boyolali, kalurahan-kalurahan di DIY membuktikan bahwa mereka mampu menjadi inovator yang berpijak pada nilai budaya.

Dengan kepemimpinan yang rendah hati dan tata kelola yang akuntabel, desa kini tumbuh menjadi contoh pemerintahan yang tidak hanya berdaya secara administratif. Tetapi juga memiliki kedalaman etika yang bermartabat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Desa Nasional 2026 Ikrar Kalurahan Tebing Breksi Banyuraden Juara Desa Terbaik Nasional tata kelola pemerintahan Integritas Pelayanan Publik Sri Sultan Hamengku Buwono X Sudarisman Danang Maharsa Kabupaten Sleman DIY Kementerian Dalam Negeri Smart Village Mukti Membumi Jogja Harmoni