KETIK, SLEMAN – Suasana khidmat apel pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang digelar belum lama ini berubah menjadi momentum penuh kebanggaan.
Dalam barisan pegawai yang rapi, dilakukan penyerahan simbolis sederet penghargaan yang mengukuhkan posisi Kabupaten Sleman sebagai Peringkat 2 Kabupaten/Kota Terbaik dalam Evaluasi Program Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025.
Berdasarkan data resmi hasil penilaian ketat yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan DIY terhadap kinerja sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, Sleman menunjukkan dominasi luar biasa dengan menyabet gelar Juara 1 pada tiga indikator fundamental.
Prestasi puncak tersebut mencakup ketepatan pelaporan ketersediaan obat dan vaksin di tingkat kabupaten, jaminan ketersediaan stok obat yang terjaga stabil di seluruh puskesmas, serta kedisiplinan tinggi dalam entri data pengeluaran program imunisasi melalui aplikasi SMILE.
Tidak hanya menguasai posisi teratas di tiga kategori utama, performa administratif kesehatan Sleman juga diakui melalui raihan Juara 2 pada indikator kepatuhan pelaporan pelayanan kefarmasian di SIMONA serta pelaporan sembilan penyakit prioritas.
Penyerahan hasil evaluasi ini dilakukan oleh Ketua Tim Kerja Farmasi, Makanan, dan Minuman kepada pimpinan dinas, menandai keberhasilan Sleman dalam mengungguli berbagai wilayah lain di DIY dalam hal akuntabilitas data kesehatan.
Keandalan Stok Obat Melalui Digitalisasi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, Jumat, 20 Februari 2026, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah manifestasi nyata dari sistem pengelolaan yang tertib, transparan, dan terintegrasi.
Cahya menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi seperti SMILE dan SIMONA bukan sekadar kewajiban administratif untuk mengejar penghargaan, melainkan instrumen vital untuk memastikan distribusi obat tetap aman dan terpantau secara real-time bagi masyarakat luas.
Secara khusus Cahya menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh kepemimpinan di tingkat kabupaten. Menurutnya, arahan yang konsisten dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menjadi motor penggerak utama bagi jajaran Dinas Kesehatan Sleman untuk terus melakukan transformasi digital dan perbaikan layanan publik.
"Capaian ini menunjukkan sistem pengelolaan obat dan vaksin di Sleman berjalan tertib dan terpantau. Selain itu penghargaan ini tentunya juga berkat arahan dan dorongan bapak Bupati Harda Kiswaya yang terus memotivasi kami untuk bekerja profesional," ungkapnya.
Ditambahkan, pengelolaan yang disiplin dan berbasis data memastikan ketersediaan obat tetap terjaga. Sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan tepat waktu.
Cahya Purnama juga menekankan bahwa pengelolaan yang disiplin dan berbasis data digital menjadi kunci utama dalam menjamin mutu pelayanan di setiap fasilitas kesehatan. Dengan pelaporan yang akurat dan tepat waktu, risiko kekosongan obat serta vaksin dapat dimitigasi sejak dini sehingga masyarakat di Bumi Sembada selalu mendapatkan pelayanan medis yang pasti dan dapat diandalkan.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnamaberharap momentum ini terus memacu semangat seluruh tenaga kefarmasian di Sleman untuk mempertahankan standar kinerja tinggi demi keselamatan pasien dan ketahanan kesehatan publik. (*)
