KETIK, TUBAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, resmi dibuka pada Sabtu, 29 November 2025. Dapur ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah di wilayah kecamatan Soko.
Kepala SPPG Prambontergayang, Khoirul Amin, menjelaskan bahwa pada minggu pertama operasionalnya, SPPG Prambontergayang menargetkan memasak dan mendistribusikan 1.000 porsi makanan untuk 15 sekolah di Kecamatan Soko. Jumlah porsi ini direncanakan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai puncaknya 3.000 porsi pada minggu keempat.
"Kami minta maaf kepada bapak/ibu sekolah yang hadir jika belum keseluruhan sekolah terdistribusikan mendapatkan MBG karena juknis sekarang harus bertahap," uja Khoirul Amin.
Ia menegaskan pentingnya dapur gizi ini tidak hanya sebagai penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi.
"SPPG ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya gizi seimbang, kebersihan, dan gotong royong. Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap proses mulai dari perencanaan menu, pengolahan makanan, dan distribusi berjalan dengan standar gizi dan keamanan pangan yang tinggi," jelasnya
Camat Soko, Sucipto, dalam sambutannya memuji kondisi dapur yang dinilai sangat bersih. Ia menyebut program MBG sebagai inisiatif yang sangat mulia dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak sekolah.
Camat Sucipto memuji program tersebut sebagai program yang mulia, dan disambut dengan jawaban setuju dari para hadirin.
"Barokah. Doa ini nanti akan diaminkan anak-anak sekolah," tambahnya.
Sucipto mengajak seluruh masyarakat, termasuk lembaga sekolah yang terlibat dalam program MBG, untuk mendukung dan memberikan masukan positif demi kelancaran program pemerintah pusat ini.
"Kami hanya bisa mengawal dan Alhamdulillah gedung dapur MBG ini sangat-sangat bersih di antara dapur yang lain," ujarnya
Wakil Ketua DPRD Tuban, Lutfi Firmansyah, menyatakan program ini wajib disukseskan dan berharap dapur Prambontergayang dapat menjadi percontohan.
"Kami sebagai kader, juga wajib bahu membahu menyukseskan program prioritas dari pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran," terang politisi Partai Gerindra tersebut.
Lutfi berharap dapur MBG yang telah beroperasi mampu memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah, puskesmas, UMKM penyedia bahan pangan, hingga media dan masyarakat.
"Keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari berapa banyak makanan yang tersaji, tetapi juga seberapa besar dampaknya terhadap kesehatan dan semangat belajar anak-anak sekolah," tambahnya.
Ia mengajak pelaksanaan program MBG di Tuban dijadikan sebagai gerakan bersama untuk masa depan bangsa yang lebih kuat dan sehat.
"Dapur MBG diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan nilai pentingnya gizi seimbang, kebersihan, gotong royong dan lapangan kerja," tutupnya
Pembukaan SPPG Prambontergayang turut ditandai dengan kegiatan santunan anak yatim. Sejumlah tokoh hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Tuban Lutfi Firmansyah, Camat Soko Sucipto, Kapolsek AKP Haryono, Danramil Kapten Prayitno (Forkopimcam Soko), Kepala Desa Prambontergayang Sayatri Handoko Warih, pimpinan puskesmas, serta kepala sekolah/PIC sekolah penerima manfaat, dan tokoh masyarakat setempat. (*)
