KETIK, BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai didistribusikan kepada pelajar di Sananwetan, Kota Blitar pada Selasa, 9 Maret 2026. Sebanyak 833 siswa dari 13 sekolah di Kecamatan Sananwetan menjadi penerima manfaat tahap awal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sananwetan Gedog 3, di bawah naungan Yayasan Srinarendra Boga.
Kepala SPPG Sananwetan Gedog 3, Rahmat Hidayat Siregar, berharap bahwa program tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya para siswa dan sekolah yang menjadi sasaran.
“Mungkin yang bisa diharapkan adalah penerimaan masyarakat terhadap SPPG Sananwetan Gedog 3 ini. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai,” ujar Rahmat.
Dalam tahap awal pelaksanaan, program MBG ini menjangkau 13 sekolah di wilayah Kecamatan Sananwetan dengan total 833 siswa sebagai penerima manfaat.
Dari jumlah tersebut, makanan yang disiapkan terdiri dari 412 porsi besar dan 421 porsi kecil yang didistribusikan kepada para siswa.
Pada peluncuran perdana ini, menu makanan yang diberikan kepada siswa meliputi roti abon, susu 100 mililiter, buah jeruk, serta puding buah.
“Hari ini adalah langkah awal kami dalam pendistribusian makanan bergizi. Mudah-mudahan seluruh siswa, terutama adik-adik kami di sekolah, dapat menerima dengan baik,” imbuhnya.
Rahmat menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya sekadar memberikan makanan kepada siswa, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan pemenuhan gizi pelajar di Kota Blitar dapat semakin baik sehingga berdampak positif terhadap kesehatan serta proses belajar mereka.
Ke depan, SPPG Sananwetan Gedog 3 juga berencana menambah jumlah penerima manfaat sehingga semakin banyak siswa yang dapat merasakan manfaat dari program ini.
“Melalui program MBG ini, kami berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi di kalangan pelajar, sekaligus mendorong kesadaran pentingnya asupan gizi yang baik demi masa depan generasi muda yang lebih sehat,” pungkas Rahmat. (*)
