KETIK, SAMPANG – Ikan bandeng presto berulat ditemukan dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di SDN Rongtengah 2, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Senin, 9 Maret 2026.
Menu tersebut diketahui dikirim dari dapur SPPG Dalpenang Sampang yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman III No. 35 Sampang, Yayasan Al-Aliy Karang Penang.
Kepala SPPG Dalpenang Sampang, Athoullah, membenarkan adanya temuan ikan bandeng berulat tersebut. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di sekolah tersebut.
"Kami selaku pengelola SPPG memohon maaf. Saat itu juga kami langsung bertindak dan bertanggung jawab dengan mengganti ikan tersebut," katanya, Selasa, 10 Maret 2026.
Athoullah menjelaskan, menu ikan bandeng tersebut dipesan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang menjadi mitra pemasok bahan makanan bagi dapur SPPG.
Menurut dia, pengiriman bahan dari UMKM pada hari itu sempat terlambat masuk ke dapur.
"Menu tersebut dipesan dari UMKM karena kami memang melibatkan UMKM lokal sebagai mitra. Saat itu pengirimannya agak terlambat, sekitar pukul 01.00 baru masuk ke dapur," ujarnya.
Ikan Bandeng Presto dari SPPG Dalpenang Sampang (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)
Ia menuturkan, sebelum makanan dikemas dan didistribusikan, pihak dapur telah melakukan proses penyortiran terhadap seluruh menu, mulai dari buah hingga lauk ikan.
"Menu yang tidak layak sudah disortir dan dibuang, termasuk pada bagian ikan. Mungkin ada yang terlewat atau terselip saat proses penyortiran," kata Athoullah.
Athoullah menambahkan, berdasarkan laporan dari pihak sekolah, hanya satu ikan yang ditemukan berulat. Meski demikian, pihaknya tetap mengganti dua sebagai bentuk tanggung jawab.
"Dari laporan kepala sekolah hanya satu yang berulat. Kami mengganti dua, tetapi yang diambil hanya satu," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa produk tersebut bukan berasal dari dapur SPPG, melainkan dari pelaku UMKM lokal yang menjadi pemasok bahan makanan.
"Produk itu bukan hasil olahan dapur kami, tetapi dari pemasok UMKM lokal karena bahan makanan memang kami ambil dari mereka," ungkapnya.
Athoullah juga menyebutkan, hingga saat ini keluhan terkait menu MBG hanya terjadi di SDN Rongtengah 2.
"Dari semua penerima manfaat, sejauh ini keluhan hanya muncul di SDN Rongtengah 2 Sampang," tuturnya.
Ke depan, pihaknya akan memperketat pengawasan kualitas makanan dengan melakukan evaluasi bersama seluruh koordinator dapur.
"Saya akan memanggil semua koordinator untuk melakukan evaluasi agar kualitas menu lebih diperhatikan," pungkasnya. (*)
