KETIK, JOMBANG – Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus digenjot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang. Salah satunya melalui Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru SMP tahun 2026.
Sekretaris Disdikbud Jombang, Abdul Majid, mengatakan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan perubahan kurikulum, tetapi harus dimulai dari penguatan kompetensi guru. Menurutnya, guru memegang peran strategis sebagai penggerak utama kualitas pembelajaran di kelas.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Ia mengingatkan kembali amanat Undang-Undang Guru dan Dosen yang menegaskan tugas utama pendidik, mulai dari mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, hingga melakukan penilaian dan evaluasi secara menyeluruh.
Fokus Enam Kompetensi Global
Dalam workshop deep learning ini, Disdikbud Jombang mendorong penerapan enam kompetensi global dalam proses belajar mengajar. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, penguatan karakter, serta kewargaan global.
Menurut Abdul Majid, pendekatan pembelajaran mendalam bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual dan bermakna, dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran (student centered learning).
“Model ini mendorong siswa aktif mengeksplorasi konsep, memecahkan persoalan nyata, serta melakukan refleksi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ubah Paradigma Pembelajaran
Workshop guru SMP Jombang 2026 ini juga menghadirkan pengawas sekolah sebagai narasumber, salah satunya Abdulloh Syifa, Pengawas SMP Disdikbud Jombang.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pendalaman konsep dan penyelesaian masalah berbasis situasi nyata.
Guru, lanjutnya, perlu merancang perangkat ajar yang mampu menstimulus daya nalar, analisis, dan kreativitas siswa. Hal tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menuntut adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
Dibekali Praktik dan Refleksi
Workshop ini diikuti guru-guru SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Jombang. Selama tiga hari, peserta tidak hanya menerima materi konseptual, tetapi juga praktik penyusunan perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam, diskusi kelompok, serta sesi refleksi.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Jombang berharap implementasi strategi deep learning dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas. Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat daya saing pendidikan di Kabupaten Jombang.
Dengan penguatan kompetensi guru dan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan, Disdikbud optimistis mutu pendidikan Jombang akan meningkat secara berkelanjutan di tahun 2026 dan seterusnya. (*)
