KETIK, MALANG – Malam menuju Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang, diwarnai hujan, Sabtu, 7 Februari 2026. Guyuran hujan yang membasahi area Stadion Gajayana justru membawa berkah bagi pedagang mantel kresek (jas hujan plastik).
Hujan yang membasahi lokasi sontak membuat beberapa jemaah mencari perlindungan instan. Imbasnya, pedagang-pedagang tersebut kehujanan pembeli.
Salah satunya dialami oleh Hendrik, warga Sumberpucung, Kabupaten Malang yang telah berjualan sejak pukul 15.00 WIB. Cuaca Kota Malang memang sudah mendung sejak sore tadi dan langsung turun hujan cukup deras.
Hendrik menjelaskan membawa 2 pak mantel kresek yang masing-masing berisi 12 buah. Belum sampai 1 jam sejak hujan turun, sudah 11 buah mantel kresek yang berhasil ia jual.
"Ini saya bawa 2 pak, sekarang tinggal 1 pak aja yang belum terjual. Banyak dari tadi yang beli, jemaah-jemaah yang sudah datang," ujarnya sembari berjualan.
Untuk 1 buah mantel ia jual dengan harga Rp10.000. Ia mengaku akan berjualan hingga besok, Minggu 8 Februari 2026.
"Nanti sama teman-teman memang mau menginap di sekitar sini. Sambil jualan juga," katanya.
Hendrik memamg sudah lama berjualan mantel kresek. Tak hanya di Mujahadah Kubro 1 Abad NU, namun juga di setiap kegiatan yang verada di ruang terbuka.
Selain berjualan mantel kresek, Hendru juga menjual alas dari plastik. Alas-alas tersebut juga laku terjual dan dimanfaatkan oleh jemaah yang datang.
"Saya juga jualan alas dari plastik, banyak orang yang beli juga," sambungnya.
Berdasarkan pengamatan Ketik.com di Stadion Gajayana sudah bermunculan beberapa jemaah yang datang. Hujan deras tak menyurutkan semangat mereka untuk berdoa dan sholawat bersama 150.000 jemaah yang hadir.
Kesempatan tersebut membuat banyak pedagang mantel kresek berdatangan silih berganti untuk menawarkan barang dagangannya. (*)
