KETIK, MADIUN – Anggota DPR RI Komisi IV, Sadarestuwati, mengajak masyarakat untuk kembali memaknai nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang digelar di Kantor Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Sadarestuwati menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat. Bahkan, sebagian besar peserta disebutnya telah mengenal hingga menghafal butir-butir Pancasila sejak mengikuti penataran P4 pada masa lalu.
“Sebetulnya bapak ibu sudah paham. Ada yang sudah ikut Penataran P4, bahkan hafal butir-butir Pancasila. Intisarinya jelas, kita adalah bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa, artinya kita harus menjaga ucapan, perilaku, dan tidak saling menyakiti satu sama lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut setiap warga negara untuk memperlakukan sesama secara adil dan beradab, tanpa membedakan latar belakang sosial, politik, maupun budaya.
Sementara itu, pada sila Persatuan Indonesia, Sadarestuwati menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Ia menyebut kehadirannya di Kecamatan Mejayan sebagai wujud nyata persatuan antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Saya dipersatukan oleh Pak Camat dan seluruh bapak ibu di sini. Inilah makna persatuan, kita duduk bersama demi tujuan yang sama,” katanya.
Terkait sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Sadarestuwati menyinggung proses demokrasi melalui pemilu.
Ia menyampaikan rasa syukur karena kembali dipercaya masyarakat sebagai anggota DPR RI, seraya berharap kepercayaan tersebut dapat terus dijaga melalui kinerja yang nyata.
“Setelah pemilu, saya kembali dipercaya sebagai anggota DPR RI. Semoga ke depan tetap diberi amanah oleh rakyat,” ucapnya.
Adapun sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menurutnya harus tercermin dalam kerja-kerja wakil rakyat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Semoga apa yang kita kerjakan benar-benar menghadirkan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” tambahnya.
Menariknya, dalam forum tersebut Sadarestuwati juga membuka ruang dialog dan kritik secara terbuka.
Mbak Estu, sapaan akrab Sadarestuwati, mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan masukan, bahkan kritik tajam, sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.
“Kalau ada yang mau mengkritisi saya, bahkan mencaci maki, saya persilakan. Mumpung kita bisa bertemu langsung,” pungkas perempuan yang juga menjabat Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan ini.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar negara serta memperkokoh persatuan di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. (*)
