Tunas 3 Digelar di Blitar, Elim Tyu Samba Dorong Anak Muda TIDAR Ambil Peran Ubah Arah Politik Daerah

12 Februari 2026 12:33 12 Feb 2026 12:33

Thumbnail Tunas 3 Digelar di Blitar, Elim Tyu Samba Dorong Anak Muda TIDAR Ambil Peran Ubah Arah Politik Daerah

Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, yang juga anggota PP TIDAR sekaligus Dewan Pembina PC TIDAR Kota Blitar, Kamis 12 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kota Blitar kembali menjadi panggung konsolidasi politik anak muda. Tunas Indonesia Raya (TIDAR) menggelar kaderisasi Tunas 3 di Hotel Puri Perdana, Rabu, 11 Februari 2026, menghadirkan langsung Ketua Umum PP TIDAR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bersama jajaran pengurus pusat hingga daerah se-Jawa Timur.

Forum ini tak sekadar seremoni pelatihan. Di baliknya, terselip pesan kuat tentang regenerasi kepemimpinan dan peran strategis anak muda dalam menentukan arah politik bangsa.

Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, yang juga anggota PP TIDAR sekaligus Dewan Pembina PC TIDAR Kota Blitar, menegaskan bahwa kaderisasi Tunas 3 bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin masa depan.

“Dengan adanya kaderisasi Tunas 2 dan 3 di Kota Blitar ini, kami berharap TIDAR sebagai sayap Partai Gerindra dapat mencetak generasi muda yang luar biasa, terutama dalam perpolitikan bangsa,” ujar Elim, Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti kader TIDAR dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sejumlah anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, hingga DPRD kabupaten/kota juga turut hadir, menandai kuatnya dukungan struktural terhadap penguatan kaderisasi internal.

Sebagai tuan rumah, Elim menaruh harapan besar agar generasi muda tak hanya menjadi penonton dinamika politik.

“Kami ingin melihat generasi muda yang ikut mengambil peran dalam perubahan daerah masing-masing maupun bangsa kita tercinta Indonesia Raya,” katanya.

Menurutnya, perubahan tak lahir dari sikap pasif. Anak muda, kata Elim, harus berani masuk dalam ruang-ruang strategis, termasuk dalam proses pembentukan regulasi dan pengambilan kebijakan.

“Untuk melakukan perubahan itu tidak bisa generasi muda hanya berpangku tangan. Mereka harus turut andil dalam perubahan regulasi dan perubahan perpolitikan, baik di daerah maupun di tingkat nasional,” tegasnya.

Elim juga menilai proses kaderisasi di TIDAR bukan hanya soal penguatan ideologi politik, tetapi juga pembentukan karakter kepemimpinan. Ia menyebut, para kader ditempa untuk belajar, berproses, dan membangun solidaritas sebagai satu keluarga besar.

“Di sini kami dididik dan berproses untuk menjadi orang-orang yang luar biasa. Kami berproses, berkeluarga, belajar, dan harapannya dapat membawa daerah kita menjadi lebih baik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Elim mengaku optimistis terhadap lahirnya calon-calon pemimpin baru dari TIDAR, khususnya dari Jawa Timur. Ia meyakini kaderisasi berjenjang seperti Tunas 3 menjadi fondasi penting dalam menyiapkan regenerasi politik yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Blitar, kali ini, bukan hanya menjadi lokasi kegiatan. Ia menjadi simbol bahwa politik anak muda tengah disiapkan, disemai, dan diarahkan untuk mengambil peran lebih besar dalam perjalanan Indonesia ke depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tidar Elim Tyu Samba Tunas Blitar Kota Blitar