KETIK, BANGKALAN – Sebuah video yang memperlihatkan anggota polisi lalu lintas menghentikan ambulans di tengah kemacetan arus balik Lebaran di Bangkalan mendadak viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pasar Tanah Merah, Kecamatan Galis, saat jalur tersebut dipadati kendaraan pemudik yang hendak kembali ke arah Surabaya.
Dalam video yang direkam warga, terlihat Aipda Eko Darmawan dari Satlantas Polres Bangkalan berdiri di tengah kepadatan arus lalu lintas. Ia kemudian memberi tanda tegas kepada ambulans yang melaju dari arah timur agar segera menepi, meski sirene berbunyi dan lampu rotator menyala.
Namun situasi berubah setelah petugas meminta sopir membuka pintu untuk pemeriksaan. Tidak ditemukan pasien maupun kondisi darurat. Di dalam ambulans hanya terdapat beberapa penumpang biasa tanpa keperluan medis.
Sopir ambulans pun akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak sedang mengantar atau menjemput pasien. Ia menyalakan sirene semata untuk menghindari kemacetan panjang di kawasan Pasar Tanah Merah.
“Karena tahu di depan macet panjang,” ujarnya dalam video yang turut direkam warga.
Mendengar pengakuan tersebut, Aipda Eko langsung memberikan teguran tegas. Sopir ambulans hanya terdiam tanpa memberikan banyak pembelaan. Setelah situasi dinilai aman, petugas memperbolehkan kendaraan melanjutkan perjalanan, dengan syarat sirene dan rotator dimatikan.
KBO Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari, menegaskan bahwa ambulans memang termasuk kendaraan prioritas, tetapi tidak boleh digunakan sembarangan.
“Ambulans bisa mendapat prioritas jika membawa pasien atau berada dalam misi darurat. Kalau tidak, maka perlakuannya sama seperti kendaraan biasa,” jelasnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia juga mengimbau seluruh pengemudi, khususnya yang mengoperasikan kendaraan dengan fasilitas prioritas, agar tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, tindakan semacam ini tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan darurat.
"Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa sirene dan rotator bukan alat untuk memotong antrean kemacetan, melainkan fasilitas kemanusiaan yang hanya digunakan dalam keadaan mendesak," tegasnya. (*)
