Panitia Tegaskan Event Pemalang Ramadhan Bercahaya Tak Gunakan Listrik Ilegal

24 Maret 2026 07:09 24 Mar 2026 07:09

Thumbnail Panitia Tegaskan Event Pemalang Ramadhan Bercahaya Tak Gunakan Listrik Ilegal

Penasehat Paguyuban Pedagang Nanas Keliling sekaligus Perwakilan Penyelenggara Event Pemalang Ramadan Bercahaya, Eky Diantara. (Foto: Alam/ketik.com)

KETIK, PEMALANG – Penyelenggara kegiatan Pemalang Ramadan Bercahaya menegaskan bahwa seluruh perizinan kelistrikan dalam acara tersebut telah dikantongi secara resmi. Kegiatan yang digelar di Jalan Suro Hadikusumo, depan Pendopo Bupati Pemalang, itu dipastikan telah melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan Penasihat Paguyuban Pedagang Nanas Keliling sekaligus perwakilan penyelenggara, Eky Diantara, pada Senin malam, 23 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses koordinasi telah dilakukan secara komprehensif dengan dinas dan lembaga terkait.

“Event ini telah kami persiapkan dengan matang, termasuk aspek legalitas dan perizinannya. Sangat tidak mungkin pihak panitia melakukan tindakan ilegal seperti mencuri listrik,” tegas Eky.

Ia menjelaskan, kegiatan bertajuk Nguri Budaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta pelestarian seni dan budaya lokal.

Klarifikasi tersebut muncul setelah adanya pemberitaan dari salah satu media daring yang menarasikan dugaan penggunaan aliran listrik ilegal oleh pengelola penerangan di area bazar.

Menanggapi hal itu, Eky memastikan pihak panitia telah melakukan pengecekan langsung kepada tim teknis di lapangan. Hasilnya, seluruh perizinan terkait kelistrikan, termasuk dengan pihak PLN, telah dikantongi.

“Terkait teknis kelistrikan, kami menggandeng tim ahli dan pihak ketiga yang memiliki spesialisasi dalam pengurusan teknis PLN untuk kegiatan publik. Setelah kami cek ulang, izin sudah ada. Jadi, tuduhan pencurian listrik itu tidak benar,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai sepihak tanpa proses verifikasi yang mendalam. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Eky menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang tergabung dalam komunitas pedagang keliling.

“Esensi dari Nguri Budaya adalah merawat tradisi sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu akurat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemalang Ramadhan Bercahaya Event Pemalang 2026 Nguri Budaya Pemalang UMKM Pemalang Berita Pemalang listrik PLN Bazar Ramadhan Pemalang