KETIK, MALANG – Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kota Malang difokuskan pada pelayanan masyarakat. Khususnya di dalam mendukung kelancaran arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, mengatakan, Operasi Ketupat Semeru di tahun ini lebih mengutamakan pendekatan humanis dibandingkan penindakan. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap kelancaran mudik dan kenyamanan masyarakat.
"Dalam Operasi Ketupat Semeru di tahun 2026 ini, lebih mengedepankan pelayanan masyarakat yang melaksanakan mudik maupun kegiatan ibadah dan aktivitas lainnya seperti berlibur atau melaksanakan silaturahmi ke rumah saudara," jelasnya kepada Ketik.com, Rabu, 25 Maret 2026.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru yang dimulai selama dua pekan mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 ini, tidak ditemukan adanya kejadian balapan liar. Termasuk kondisi lalu lintas, baik saat arus mudik maupun arus balik yang kesemuanya relatif aman dan lancar.
Sedangkan dari jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas), tercatat enam kejadian selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, ada 11 korban mengalami luka ringan dengan total kerugian mencapai Rp6,5 juta.
Oleh karena itu, Satlantas Polresta Malang Kota mengimbau kepada masyarakat khususnya pemudik untuk tetap berhati-hati, patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan.
"Selalu kenakan helm SNI bagi pengendara dan penumpang sepeda motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang mobil. Patuhi aturan berlalu lintas dan jaga kondisi fisik agar tetap prima selama perjalanan. Apabila merasa lelah, silahkan menepi dan berhenti sebentar untuk istirahat," pungkasnya. (*)
