Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 9 Jember Tembus 13 Ribu Penumpang per Hari

25 Maret 2026 20:58 25 Mar 2026 20:58

Thumbnail Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 9 Jember Tembus 13 Ribu Penumpang per Hari

Suasana arus balik di Stasiun Jember pada Rabu, 25 Maret 2026. (Foto: KAI Daop 9 Jember)

KETIK, JEMBER – Lonjakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencapai titik tertinggi pada Selasa, 24 Maret 2026. Momen ini bertepatan dengan berakhirnya libur panjang Idulfitri, yang mendorong mobilitas masyarakat kembali ke kota asal maupun tempat kerja.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang harian hampir menyentuh 13 ribu orang. Angka ini menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama saat arus balik.

Kepadatan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak H+1 Lebaran. Pada hari tersebut, Daop 9 Jember melayani 12.343 penumpang. Jumlah itu meningkat pada H+2 menjadi 12.916 penumpang, sebelum akhirnya mencapai puncak di H+3 dengan total sekitar 13.150 penumpang.

Sejumlah stasiun di wilayah Daop 9 Jember pun dipadati penumpang sejak pagi hingga malam. Antrean terlihat di area keberangkatan maupun kedatangan, mencerminkan tingginya volume pengguna jasa kereta api selama periode ini.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang dinilai lebih andal, nyaman, dan tepat waktu dibanding moda transportasi lain, terutama saat arus balik padat.

“Puncak arus balik dari kemarin, dan hari ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap layanan kereta api. Kami mencatat jumlah penumpang hampir mencapai 13 ribu orang, dan sejak H+1 hingga hari ini angkanya terus mengalami peningkatan signifikan,” ujar Cahyo saat dikonfirmasi di Stasiun Jember, Rabu, 25 Maret 2026. 

Memasuki hari pertama kerja usai libur panjang, aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, volume penumpang masih tergolong tinggi. Data terbaru mencatat sebanyak 11.828 penumpang berangkat dari wilayah Daop 9 Jember, sementara 11.385 penumpang tiba.

Kondisi ini menandakan arus balik belum sepenuhnya mereda. Masih banyak masyarakat yang melakukan perjalanan kembali ke perantauan dalam beberapa hari setelah puncak arus.

Cahyo menambahkan, tren tingginya jumlah penumpang diperkirakan akan berlanjut hingga H+5 Lebaran, dengan rata-rata harian mencapai sekitar 12 ribu penumpang.

“Kami memperkirakan hingga beberapa hari ke depan jumlah penumpang masih berada di angka yang tinggi. Karena itu, kami terus memastikan kesiapan operasional, baik sarana, prasarana, maupun pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Di tengah tingginya permintaan, sejumlah penumpang mengaku harus mengatur strategi agar tidak kehabisan tiket. Salah satunya Ratno Setiawan (42), warga Jember yang kembali bekerja di Malang.

“Sejak beberapa hari lalu sudah penuh. Saya sempat khawatir tidak kebagian tiket. Di stasiun juga sangat ramai. Tapi saya sudah pesan tiket sejak seminggu sebelum puasa Ramadan kemarin,” ujarnya sebelum keberangkatan.

"Pemesanan tiket sejak jauh-jauh hari. Karena ya belajar dari pengalaman. Lewat aplikasi KAI Access itu. Makanya saya siapkan jadwal kapan berangkat mudik dan kapan harus balik," kata pria yang bekerja sebagai guru di salah satu SD swasta di Malang ini.

Secara kumulatif, selama masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 9 Jember telah melayani 312.687 penumpang. Rinciannya, sebanyak 151.852 penumpang berangkat dan 160.835 penumpang datang.

Capaian tersebut mempertegas tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai pilihan utama transportasi selama periode Lebaran tahun ini. (*)

Tombol Google News

Tags:

Arus Balik Lebaran 2026 Idulfitri Jember Stasiun Jember KAI Daop 9