UWK dan Lions Club Latih Kesiapsiagaan Bencana Longsor Relawan FPRB di Pacet Mojokerto

30 November 2025 22:24 30 Nov 2025 22:24

Thumbnail UWK dan Lions Club Latih Kesiapsiagaan Bencana Longsor Relawan FPRB di Pacet Mojokerto
Kolaborasi FPRB Mojokerto, Universitas Wijaya Kusuma, dan Lions Club Surabaya menggelar peningkatan kesiapsiagaan bencana longsor bagi relawan di Pacet, Minggu, 30 November 2025. (Foto: Johan for Ketik.com)

KETIK, MOJOKERTO – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan kembali digelar. Balai Desa Claket, Kecamatan Pacet, menjadi pusat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Minggu, 30 November 2025. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan keterampilan relawan dalam menghadapi ancaman bencana tanah longsor.

Kegiatan ini bermula dari keprihatinan mendalam atas tingginya frekuensi bencana tanah longsor di kawasan Pacet. Sebagai daerah dengan kontur pegunungan dan curah hujan yang tinggi, risiko longsor merupakan ancaman serius yang berkelanjutan bagi keselamatan warga. Peningkatan kompetensi dan keterampilan relawan dinilai sebagai kebutuhan yang sangat mendesak.

Program ini melibatkan peserta dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif agar lebih siap dalam mitigasi, penanganan dini, hingga edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Johan Paing, Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yang juga merupakan penggerak utamanya. 

Program ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Lions Club Surabaya Mengabdi, yang dikenal konsisten dalam aksi kemanusiaan.

Foto Para peserta dari FPRB Mojokerto, juga dari universitas Wijaya Kusuma dan Lions cukup antusias mendengarkan paparan dari nara sumber. (Foto : Johan for Ketil.com)FPRB Mojokerto mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar oleh Universitas Wijaya Kusuma dan Lions Club Surabaya di Balai Desa Claket, Kecamatan Pacet, Minggu, 30 November 2025. (Foto: Johan for Ketik.com)

Materi disampaikan oleh dua narasumber kompeten. Pertama, Danang Setiya Rahardja, dosen Program Studi Teknik Sipil, yang mengulas teori dasar tanah longsor. Peserta diajak memahami karakteristik tanah, faktor pemicu, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di kawasan rawan.

Narasumber kedua, Andreas Eko Muljanto, relawan senior sekaligus anggota Lions Club Surabaya Mengabdi, membawakan materi tentang kerelawanan. Ia menekankan pentingnya mental, disiplin, koordinasi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aksi kebencanaan.

Selama kegiatan, antusiasme peserta sangat terlihat. Diskusi berjalan dinamis, para relawan aktif bertanya, berbagi pengalaman, hingga menyusun langkah-langkah strategis yang bisa diterapkan di masing-masing wilayah binaan mereka.

Di akhir kegiatan, penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada Syaiful Anam, Ketua Forum PRB Mojokerto, atas dukungan dan peran aktifnya menyukseskan acara ini.

Kegiatan PKM di Pacet ini diharapkan menjadi penguatan nyata bagi para relawan, sehingga mereka lebih siap siaga menghadapi potensi bencana serta mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

pacet FPRB Mojokerto lions club surabaya Universitas Wijaya Kusuma bencana longsor Mojokerto