KETIK, GRESIK – Musrenbang) Kecamatan Balongpanggang berlangsung istimewa tahun ini. Forum yang digelar di pendopo kecamatan itu dihadiri langsung Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Kamis, 5 Februari 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi 25 kepala desa yang hadir bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat kecamatan.
Plt Camat Balongpanggang, M. Dedy Hartady, mengawali kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati. Ia menyampaikan bahwa kecamatan berkomitmen menyelaraskan prioritas desa dengan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk menyatukan kebutuhan riil masyarakat dengan kebijakan pembangunan.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting agar usulan dari desa benar-benar sejalan dengan rencana pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah capaian pembangunan dipaparkan. Perbaikan Jalan Ngasin-Tenggor-Babatan telah terealisasi.
Sudadi anggota DPRD Kabupaten Gresik Dapil Balongpanggang Benjeng menyampaikan program pembangunan usulan dari masyarakat dan siap mengawal agar terlaksana. (Foto : Sutejo, Rc/Ketik.com)
Selain itu, penanganan Kali Lamong di wilayah Sekarputih hingga Wotansari mulai menunjukkan dampak positif, dengan genangan banjir yang lebih cepat surut dibanding sebelumnya.
Balongpanggang juga mencatat perkembangan kawasan Islamic Center Gresik dan Gresik Universal Science (GUS) sebagai ikon baru wilayah. Bahkan, Gedung C Islamic Center direncanakan dibangun oleh Pemerintah Provinsi pada 2027 dan ditargetkan rampung pada 2028.
Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi awal percepatan pembangunan Jalan Poros Desa (JPD), dengan target penyelesaian menyeluruh pada 2027.
Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara desa dan kecamatan agar tidak terjadi ego sektoral dalam penentuan prioritas antara jalan kabupaten dan jalan lingkungan desa.
Sebelum menghadiri Musrenbang, Bupati mengaku sempat menelusuri kebutuhan prioritas Balongpanggang melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dari hasil tersebut, muncul empat program utama yang dinilai relevan dengan kondisi wilayah.
Pertama, pengendalian banjir Kali Lamong sekaligus penanganan kekeringan saat musim kemarau, seperti yang terjadi di Desa Tenggor, melalui normalisasi Waduk Gogor Wonorejo serta perlindungan ruang terbuka hijau.
Kedua, penguatan infrastruktur jalan, baik jalan poros desa maupun jalan kabupaten. Ketiga, dukungan sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur pertanian dan normalisasi waduk. Keempat, penguatan aspek sosial dan administrasi desa, termasuk penataan aset desa serta penguatan Koperasi Merah Putih melalui dukungan Alokasi Dana Desa (ADD).
Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (tengah berpeci) bersama anggota DPRD, Kadis PUPR dan Forkopincam Balongpanggang. (Foto : Sutejo, Rc/Ketik.com)
Isu lingkungan juga mengemuka, khususnya persoalan sampah. Usulan pembentukan TPS 3R di tingkat kecamatan menjadi perhatian bersama. Bupati juga menyampaikan sikap tegas terkait alih fungsi lahan pertanian.
“Dari hijau ke kuning, tidak akan keluar izinnya,” katanya.
Anggota DPRD Gresik dari Fraksi PAN, Sudadi, berharap seluruh prioritas yang disampaikan dapat direalisasikan. Meski pokok pikiran dewan mengalami pemotongan, ia menyebut tetap berkomitmen mengarahkannya pada kebutuhan utama masyarakat, termasuk pembangunan masjid.
Hal senada disampaikan Ahmad Kusriyanto Pujantoro dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia menilai penting adanya kesamaan persepsi para kepala desa pada 2026 agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan antara program jalan poros desa dan jalan lingkungan desa.
Ia juga membuka peluang pengajuan usulan melalui agenda reses dewan.
Musrenbang ditutup dengan sesi diskusi yang dipandu Sekretaris Kecamatan Balongpanggang, Nur Salim, untuk menampung masukan dari kepala desa dan BPD. Forum tersebut menegaskan bahwa Balongpanggang tidak hanya bangga atas kehadiran Bupati, tetapi juga karena memiliki arah prioritas pembangunan yang jelas dan menyentuh kebutuhan warga.
Sesuai jadwal Bappeda Gresik, Musrenbang tahun ini menghadirkan Bupati di empat kecamatan, yakni Kedamean, Wringinanom, Balongpanggang, dan Benjeng.
Untuk Kecamatan Benjeng, Bupati sedianya hadir namun berhalangan karena agenda mendadak. Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menghadiri Musrenbang di Kecamatan Dukun, Cerme, Ujungpangkah, dan Panceng.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran OPD Kabupaten Gresik, Forkopimcam Balongpanggang, perwakilan MUI, MWC NU, PC Muhammadiyah, Aisyiyah, kepala desa, sekretaris desa, BPD, ketua PAC partai politik, UPT Pertanian, serta Puskesmas Balongpanggang. (*)
