TIDAR Pilih Kota Blitar untuk Tunas 3, Rahayu Saraswati: Dari Daerah Lahir Pemimpin Masa Depan

11 Februari 2026 14:34 11 Feb 2026 14:34

Thumbnail TIDAR Pilih Kota Blitar untuk Tunas 3, Rahayu Saraswati: Dari Daerah Lahir Pemimpin Masa Depan

Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra, menggelar Pelatihan Tunas 3 sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (PC) TIDAR Kota Blitar di Hall Hotel Puri Perdana, Rabu 11 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kota Blitar kembali menjadi panggung kaderisasi politik nasional. Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra, menggelar Pelatihan Tunas 3 sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (PC) TIDAR Kota Blitar di Hall Hotel Puri Perdana, Rabu, 11 Februari 2026.

Tak sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menegaskan satu pesan kuat: kaderisasi adalah napas panjang politik, dan Blitar dipilih bukan tanpa alasan.

Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati, dalam konferensi pers seusai kegiatan menegaskan bahwa pelatihan Tunas 3 merupakan bagian dari sistem kaderisasi berjenjang yang konsisten dilakukan Gerindra melalui TIDAR.

“Gerindra secara konsisten melakukan pelatihan Tunas 1, 2, 3, dan 4. Hari ini kita melaksanakan Tunas 3, setelah sebelumnya Tunas 1 dan 2. Ini menunjukkan animo dan semangat luar biasa anak-anak muda Jawa Timur untuk ikut berkontribusi membawa perubahan bagi bangsa dan negara, dimulai dari daerah masing-masing,” ujar Rahayu Saraswati kepada awak media.

Menurutnya, Blitar dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan karena faktor geografis semata, melainkan karena daerah ini dinilai telah melahirkan kader-kader muda yang dipercaya memimpin dan mengemban amanah publik.

“Di sini kita melihat bukti bahwa kaderisasi itu nyata. Ada kader-kader TIDAR yang hari ini dipercaya memimpin daerah. Itu artinya proses ini berjalan dan membuahkan hasil,” imbuhnya.

Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP TIDAR Rahayu Saraswati, Sekretaris Jendral Rocky Candra, Bendahara Umum Husein Fadlulloh, Ketua PD TIDAR Jawa Timur Gus Fawait, Wakil Wali Kota Blitar yang juga Anggota PP TIDAR Elim Tyu Samba, serta kader senior Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI Endro Hermono.

Rahayu juga menekankan bahwa TIDAR tidak ingin anak muda hanya aktif di ruang digital, tetapi absen dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.

Melalui program “TIDAR Mendengar”, pihaknya berupaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan mengawal agar aspirasi tersebut tersambung ke legislatif maupun eksekutif.

“Kami ingin memastikan bahwa suara rakyat benar-benar tersampaikan, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, hingga eksekutif. Anak muda tidak hanya ramai di media sosial, tapi juga hadir dan berkontribusi nyata melalui posisi-posisi strategis,” tegasnya.

Ia menilai, konfigurasi politik nasional saat ini memberi peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih luas. Partai Gerindra, kata dia, memiliki kekuatan politik dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk posisi strategis di pemerintahan dan parlemen.

Menatap Pemilu 2029, TIDAR pun memasang target ambisius.

“Kami mempersiapkan kader-kader terbaik TIDAR untuk maju di pileg dan pilkada. Anak-anak muda yang telah ditempa dan dikaderisasi di TIDAR adalah calon-calon pemimpin masa depan yang punya kapasitas dan integritas untuk membawa perubahan,” pungkas Rahayu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina PC TIDAR Kota Blitar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tunas 1, 2, dan 3 sekaligus pelantikan pengurus baru.

“Selamat dan sukses atas terlaksananya Tunas 1, 2 dan 3 serta pelantikan rekan-rekan PC TIDAR Kota Blitar. Ini bukan hanya tentang struktur organisasi, tetapi tentang komitmen bersama membangun generasi muda yang tangguh,” ujar Elim.

Ia menekankan pentingnya peran TIDAR dalam merangkul milenial dan Gen Z agar tidak terjebak pada sikap apatis terhadap politik.

“Kita ingin TIDAR semakin aktif merangkul milenial dan Gen Z, menyerap aspirasi mereka, dan menyalurkannya menjadi kebijakan nyata. Anak muda harus menjadi solusi, bukan sekadar penonton dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Secara normatif, Elim juga mengajak seluruh kader TIDAR untuk menjaga etika politik dan semangat pengabdian.

“Politik itu tentang keberpihakan pada rakyat. Maka kader-kader TIDAR harus menjaga integritas, menjunjung etika, dan terus belajar agar kehadirannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung visi Indonesia Emas,” tambahnya.

Kegiatan Pelatihan Tunas 3 ini menjadi sinyal bahwa TIDAR tengah mempersiapkan barisan panjang kader muda menghadapi kontestasi politik mendatang.

Dari Blitar, semangat itu ditegaskan: politik bukan sekadar perebutan kursi, melainkan proses menyiapkan generasi yang siap memimpin dan bertanggung jawab atas masa depan bangsa. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tidar Gerindra Blitar Kota Blitar Tunas Tunas 3 Rahayu Saraswati Elim Tyu Samba