Transformasi Digital Dinkes Sleman: Tinggalkan Seremoni demi Pelayanan Publik Optimal

15 Februari 2026 08:40 15 Feb 2026 08:40

Thumbnail Transformasi Digital Dinkes Sleman: Tinggalkan Seremoni demi Pelayanan Publik Optimal

Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Media Sosial Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang digelar awal bulan ini, menghadirkan narasumber dari Diskominfo Sleman dan RSUD Sleman untuk merombak strategi komunikasi publik. (Foto: Dinkes Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Wajah media sosial Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman tengah bersalin rupa. Memasuki pertengahan Februari 2026, instansi ini mulai merombak total strategi komunikasinya, bergeser dari sekadar etalase kegiatan pejabat menjadi kanal informasi yang lebih membumi bagi masyarakat.

Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Media Sosial yang digelar pada awal bulan ini, di Phinisi Cafe, Floating Resto Jogja.

Evaluasi dilakukan setelah indikator hasil Penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 menunjukkan masih harus di tingkatkan karena konten lebih banyak berisi acara seremonial.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menegaskan bahwa kritik terkait dominasi konten seremonial menjadi pelecut bagi instansinya untuk lebih adaptif.

"Kami menyadari bahwa wajah pemerintah saat ini ada di layar ponsel masyarakat. Jika konten kita hanya berisi foto-foto pejabat bersalaman atau seremoni tanpa substansi edukasi, maka fungsi kita sebagai pelayan publik tidak tercapai," ujar Cahya, Minggu 15 Februari 2026.

Karena itu Cahya sepakat dan menekankan bahwa media sosial harus berfungsi sebagai jembatan respons cepat.

 

Foto Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menegaskan transformasi digital media sosial instansinya menjadi lebih berorientasi pada pelayanan publik. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menegaskan transformasi digital media sosial instansinya menjadi lebih berorientasi pada pelayanan publik. (Foto: Fajar R/Ketik.com)



"Target saya jelas: warga Sleman harus tahu cara berobat, paham program kesehatan yang tersedia, dan mendapatkan edukasi medis akurat langsung dari sumbernya," tambahnya.

Koreksi Atas "Konten Seremonial"

Merujuk data yang ada, dalam Bimtek tersebut, Muhammad Faridz Maulana dari Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman memaparkan temuan kritis. Berdasarkan data KIP 2025, nilai media sosial Dinkes Sleman masih perlu dipacu karena kontennya dinilai terlalu berjarak dengan kebutuhan warga.

“Sebagai badan publik, media sosial seharusnya mengedepankan hak tahu masyarakat. Konten seremonial tetap bisa dipublikasikan, tetapi framing-nya harus menunjukkan manfaat nyata bagi publik, bukan sekadar dokumentasi internal,” jelas Faridz.

Standarisasi Visual dan Profesionalitas

Selain soal substansi, Dinkes Sleman juga mulai menyeragamkan identitas visualnya. Christina Dwi Eni Budiningsih dari Tim Media Sosial RSUD Sleman, yang menjadi narasumber teknis, menekankan pentingnya brand guidelines.

Penggunaan color palette, tipografi, dan prinsip desain seperti balance dan white space kini mulai diterapkan secara konsisten dalam unggahan-unggahan terbaru Dinkes Sleman per Februari ini.

“Identitas visual yang konsisten memudahkan masyarakat mengenali informasi valid. Desain bukan sekadar estetika, melainkan representasi citra dan profesionalitas instansi dalam melayani,” ungkap Christina.

Menuju Layanan Responsif

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Tunggul Birowo, yang memimpin Bimtek tersebut menambahkan bahwa perkembangan teknologi menuntut fleksibilitas tinggi.

Dengan adanya content plan yang lebih terstruktur, diharapkan tidak ada lagi informasi yang tumpang tindih atau membingungkan audiens.

Melalui penguatan strategi konten ini, Dinkes Sleman menargetkan akun resmi mereka menjadi rujukan utama bagi warga "Bumi Sembada" dalam mengakses informasi layanan kesehatan, program jaminan kesehatan, hingga mitigasi penyakit secara real-time. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dinas Kesehatan Sleman Pelayanan Publik Media Sosial Pemerintah Pemkab Sleman Keterbukaan informasi publik Digitalisasi Layanan Cahya Purnama Kesehatan Masyarakat