KETIK, TUBAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, kembali menuai sorotan tajam dari para penerima manfaat (PM). Pasalnya, paket menu dibagikan minimalis tanpa diberikan label harga.
Sebelumnya, SPPG ini juga sempat dikomplain pada pekan-pekan sebelumnya, dapur di bawah naungan Yayasan Peduli Pengembangan Pendidikan Umat ini seolah "tak kapok" dalam menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai jauh dari ekspektasi penerima manfaat sekitar wilayah Singgahan.
Informasi diterima dari wali murid PM, Senin, 2 Februari 2026 menunjukkan SPPG Mulyoagung kembali membagikan paket menu MBG.
Sayangnya, alih-alih menyajikan paket lengkap sesuai standar asupan gizi, menu yang diterima anak-anak PAUD dan TK terpantau sangat minimalis.
Bahkan, terkesan tidak ada karbohidrat isi dalam paket hanya terdiri dua butir telur, satu buah belimbing, dan satu kotak susu rasa cokelat ukuran 115 ml.
Selain menu yang sederhana, paket MBG ini disalurkan tanpa disertai keterangan label harga atau transparansi anggaran yang jelas. Hal ini memicu keresahan di kalangan orang tua siswa.
"Sering wali murid mengeluhkan layanan SPPG Mulyoagung ini. Tapi biasanya ada oknum desa yang sering memantau status atau keluhan wali murid di grup WhatsApp yang meminta untuk di hapus," ungkap salah seorang perempuan wali murid di sebuah TK setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Komposisi menu ini dianggap terlalu sederhana untuk ukuran program prioritas pemerintah.
Ketidakterbukaan mengenai rincian biaya per paket menu memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas dan akuntabilitas dapur SPPG Mulyoagung.
Tidak adanya informasi pada kemasan maupun jadwal pengumuman menu selama enam hari membuat PM sulit memastikan apakah paket MBG tersebut sudah sesuai dengan alokasi ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagaimana diketahui, anggaran MBG untuk balita serta siswa SD kelas 1-3 dialokasikan sebesar Rp8 ribu per paket. Sementara untuk kategori B3, yakni ibu menyusui, ibu hamil, siswa kelas 4 SD ke atas, SMP, dan SMA, dialokasikan sebesar Rp10 ribu per paket.
Kepala SPPG Mulyoagung, Kristina, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi terkait alasan pemilihan menu serta absennya label harga sesuai standar operasional prosedur dari BGN belum mendapat respons.(*)
