KETIK, JOMBANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahul Ulum Dero, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mengakui adanya kesalahan dalam penyediaan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SMPN 2 Kesamben.
Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Anyah, menyatakan penarikan dilakukan setelah evaluasi internal dan uji sampel menunjukkan sebagian makanan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.
“Setelah dilakukan uji sampel, memang ada beberapa makanan yang tidak sesuai standar. Itu menjadi kesalahan kami, sehingga sesuai juknis seluruh paket kami tarik,” kata Fahmy, saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, dari hasil pengecekan lanjutan, ditemukan makanan dengan bau kurang sedap. Meski sebagian masih dinilai aman, pihak SPPG memilih menarik seluruh paket sebagai bentuk tanggung jawab.
“Ada yang baunya kurang sedap, ada juga yang masih bagus. Tapi karena ini kesalahan di pihak kami, semua kami tarik agar tidak menimbulkan risiko,” ujarnya.
Fahmy menyebut kejadian tersebut menjadi evaluasi serius bagi pengelolaan dapur SPPG. Ia mengakui pengawasan internal belum berjalan optimal sehingga makanan yang tidak sesuai standar masih sempat terdistribusi ke sekolah.
“Ini koreksi besar bagi kami. Pengawasan harus lebih ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Selama ini SPPG kata Fahmy, telah memiliki prosedur pengecekan bahan baku dan proses pengolahan. Namun dalam kasus ini, ia mengakui sistem pengendalian mutu belum berjalan maksimal.
SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben saat ini melayani 44 sekolah dari jenjang TK hingga SMA dengan total 2.864 porsi MBG setiap hari. Distribusi dilakukan mulai pagi hari menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah.
Penarikan MBG dari SMPN 2 Kesamben ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di Jombang, sekaligus menjadi catatan penting bagi peningkatan pengawasan di tingkat dapur penyedia.
Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Keluhan tersebut disebut tidak hanya terjadi di satu sekolah, tetapi merata di beberapa wilayah penerima MBG.
Salah seorang wali murid berinisial LF mengungkapkan bahwa menu MBG yang disuplai oleh SPPG Yayasan Miftahul Ulum banyak dikeluhkan karena diduga tidak layak konsumsi.
“Iya mas, menu MBG dari SPPG Miftahul Ulum banyak dikeluhkan. Tidak hanya di Dero, Kedungbetik, Kesamben saja, tapi merata,” ujar LF, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menuturkan, anaknya yang bersekolah di SD Candisari memilih tidak mengonsumsi makanan MBG karena mengaku makanan tersebut sudah basi.
“Anak saya bilang nasinya dan lauknya basi, jadi tidak dimakan. Tidak mungkin anak kecil mengada-ada,” katanya.
Sejumlah sekolah di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mengambil langkah antisipatif setelah menemukan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi saat distribusi pada Senin (19/1/2026).
Kepala SMPN 2 Kesamben, Nur Khasanah, menjelaskan bahwa pihak sekolah memiliki prosedur pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Setiap hari sebelum dibagikan ke anak-anak, ada tim yang mencicipi makanan. Saat itu lauknya tercium agak bau, lalu kami cek sampel lain dan hasilnya sama,” jelasnya.
Pihak sekolah kemudian langsung menghubungi pengelola dapur MBG. Menindaklanjuti laporan tersebut, makanan ditarik kembali untuk mencegah risiko pada siswa.
“Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah kami hubungi, pihak SPPG menarik kembali makanan dan berjanji mengganti,” tambahnya.(*)
