KETIK, SURABAYA – Jika mendengar nama Pemuda Pancasila, bayangan publik sering kali langsung tertuju pada seragam loreng, barisan yang tegas, dan orasi membara tentang nasionalisme.
Tapi kini, warga Surabaya akan mengenal versi baru dari penjaga ideologi negara lebih adem, lebih lokal, dan tentu saja, lebih spiritual Satgas Pancasila ala Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bukan, ini bukan tandingan Pemuda Pancasila.
Satgas Pancasila adalah inovasi khas Eri dalam membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kampung. Jika Pemuda Pancasila hadir di ruang politik dan demonstrasi, maka Satgas Pancasila hadir di pos ronda dan acara pengajian.
Eri menuturkan bahwa Satgas ini dibentuk sebagai langkah lanjutan dari program Kampung Madani yang telah diimplementasikan di seluruh Rukun Warga (RW).
Program Kampung Madani sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan wilayah berbasis RW.
“Untuk menyempurnakan Kampung Madani, maka diperlukan kampung berbasis RW yang mampu memenuhi aspek kebutuhan dasarnya sendiri, seperti kesehatan, pendidikan, kebencanaan, sosial dan ekonomi, lingkungan dan persampahan hingga keamanan dan ketertiban,” jelasnya pada Senin 7 Juli 2025.
Eri menegaskan bahwa kehadiran Satgas Kampung Pancasila menjadi salah satu upaya percepatan terwujudnya kampung berbasis RW yang kuat dan mandiri.
“Gerakan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari RW, RT, Kader Surabaya Hebat (KSH), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Bunda PAUD, komunitas, hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Eri menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan Kampung Pancasila adalah mewujudkan lingkungan RW yang saling menolong, bergotong royong dan menjaga harmoni sosial.
"Satgas Kampung Pancasila RW sebagai ujung tombak agen perwujudan Kampung Pancasila yang aman, sehat, madani, ramah anak dan perempuan, serta tangguh bencana," tuturnya.
Di tingkat kota, susunan Satgas Kampung Pancasila diketuai oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai Dewan Pengarah.
Sementara, Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup Pemkot Surabaya ditunjuk sebagai koordinator masing-masing bidang.
Satuan Gugus Tugas di tingkat kota terbagi ke dalam empat bidang Satgas. Keempat bidang itu adalah Satgas Lingkungan, Satgas Kemasyarakatan, Satgas Ekonomi, dan Satgas Sosial Budaya.
Selanjutnya di tingkat wilayah, Satgas Kampung Pancasila dibentuk berdasarkan keputusan Camat, dan diketuai oleh masing-masing Ketua RW. Mereka dibantu oleh koordinator dan anggota kelompok Kerja dari elemen masyarakat setempat.
Struktur di tingkat wilayah terdiri atas Dewan Pengarah yang meliputi Camat, Danramil, dan Kapolsek. Sedangkan Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua LPMK, berperan sebagai Pembina. Sementara Ketua RW bertindak sebagai Ketua Satgas Kampung Pancasila.
Satgas di tingkat kewilayahan ini terbagi dalam empat bidang kelompok kerja (Pokja). Keempat bidang itu meliputi Pokja Lingkungan, Pokja Kemasyarakatan, Pokja Ekonomi dan Pokja Sosial Budaya. (*)
Satgas Pancasila ala Eri Cahyadi Versi Lembut dari Pemuda Pancasila di Tingkat RW
7 Juli 2025 17:37 7 Jul 2025 17:37
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Trend Terkini
23 Januari 2026 20:25
Pegang Petok D Asli, Warga Melirang Gresik Tetap Diminta Kosongkan Rumah
21 Januari 2026 19:48
Karangan Bunga Dukungan Moral untuk Maidi Berdatangan di Balai Kota Madiun
22 Januari 2026 12:09
Video Warga Diterkam Harimau di Tadu Raya Dipastikan Hoaks
19 Januari 2026 15:18
Audit DD Klesem Pacitan Terus Bergulir, Bendahara Desa yang Kabur Dikabarkan Sudah Kembali
24 Januari 2026 07:00
Benteng Terakhir: Surat Sakti, Tanggung Jawab Bupati
Tags:
Satgas Pancasila Eri Cahyadi Satgas Pancasila ala Eri Wali Kota Surabaya Eri Kampung Madani Kampung Madani Surabaya surabayaBaca Juga:
Putus Rantai Kapitalisme, Pemkot Surabaya Evaluasi Penerima Beasiswa Pemuda TangguhBaca Juga:
Kota Surabaya dan Mojokerto Diprediksi Berawan Hari Ini! Cek Daerahmu SekarangBaca Juga:
Yotandh Tampilkan Karya Semi-Abstrak dalam Pameran Hidden PotionBaca Juga:
“Hidden Potion” Hadirkan Eksplorasi Visual Baru Lima Seniman di SurabayaBaca Juga:
Awal Sya’ban, Pendeta asal Lombok Berikrar Masuk Islam di Masjid Al Akbar SurabayaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
