Ramadan Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Bupati Abdul Hamid Wahid Buka Festival UMKM Bondowoso 2026

20 Februari 2026 21:14 20 Feb 2026 21:14

Thumbnail Ramadan Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Bupati Abdul Hamid Wahid Buka Festival UMKM Bondowoso 2026

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat menghadiri dan meresmikan Festival Ramadhan 2026. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadikan bulan suci sebagai titik tolak penguatan ekonomi kerakyatan. Hal itu ditegaskan Abdul Hamid Wahid saat meresmikan Festival Ramadan 2026 bertema “Ramadan Berkah, UMKM Berdaya”.

Tampak hadir jajaran Forkopimda,Dandim 0822, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Sekretaris Daerah, kepala OPD, hingga pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, Bupati menekankan bahwa Ramadan harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum memperdalam spiritualitas, tetapi juga saat yang tepat untuk mempererat solidaritas sosial dan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Bondowoso punya kekayaan alam dan budaya yang besar. Produk lokal, termasuk kopi khas daerah, sudah dikenal luas. Ini harus menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat,” ujarnya.

Festival Ramadan 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengusung semangat harmoni kebersamaan, kegiatan ini bertujuan memastikan modernisasi tidak mengikis identitas religius dan budaya lokal.

Bupati menegaskan, pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri tanpa pijakan nilai dan tradisi. Kearifan lokal, katanya, harus tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan.

“Ekonomi boleh tumbuh pesat, tetapi jati diri daerah harus tetap terjaga,” tegasnya. pada saat meresmikan Festival Ramadan di Paseban Alun-Alun Bondowoso. 

Melalui festival Ramadan tersebut, para pelaku UMKM mendapat kesempatan luas memamerkan produk unggulan, mulai dari aneka kuliner hingga kerajinan tangan.

"Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan melalui kemudahan akses perizinan, pelatihan peningkatan kualitas, serta fasilitasi promosi." imbuhnya. 

Bupati Hamid juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam gerakan ini dengan membeli dan menggunakan produk lokal.

“Mari cintai dan banggakan produk sendiri. Setiap pembelian adalah kontribusi nyata membangun ekonomi Bondowoso,” serunya.

Ia berharap Festival Ramadan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Festival Ramadan 2026 resmi dibuka, menandai dimulainya gerakan bersama memperkuat ekonomi rakyat berbasis nilai religius dan kebersamaan di Bondowoso," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

AHW Bupati Bondowoso Festival Ramadhan 2026 Paseban Alun-alun Bondowoso Penguatan ekonomi kerakyatan Ramadhan Berkah UMKM Berdaya