Waspada Cuaca Ekstrem 2026, Pemkab Bondowoso Pastikan Dukungan Logistik dan Personel Aman

20 Februari 2026 15:30 20 Feb 2026 15:30

Thumbnail Waspada Cuaca Ekstrem 2026, Pemkab Bondowoso Pastikan Dukungan Logistik dan Personel Aman

Sekretaris Daerah (Sekda) di dampingi Staf Ahli bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), digelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Ruang Sabha Bina Praja. Foto : Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang semakin tak menentu, Pemkab Bondowoso bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan. Melalui BPBD, menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Jumat, 20 Februari 2026.

Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyamakan langkah dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Sejumlah pejabat daerah mulai dari Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, Lurah, hingga unsur TNI-Polri hadir dalam pertemuan tersebut.

Tak ketinggalan, instansi vertikal, BUMN, dan relawan kebencanaan turut ambil bagian, mempertegas komitmen bersama menjaga keselamatan masyarakat di 23 kecamatan.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh berjalan tanpa dasar yang kuat. Pemda melakukan pemetaan potensi kerawanan bencana secara menyeluruh dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dan dengan adanya data tersebut, bisa menjadi skema dan menjadi pijakan utama dalam menentukan skema mitigasi dan respons cepat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesiapan teknis dan kelengkapan data belum cukup jika tidak diiringi kesadaran masyarakat. Partisipasi warga dinilai sebagai kunci utama keberhasilan pengurangan risiko bencana.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi korban saat bencana datang, tetapi menjadi pihak yang siap, tanggap, dan berperan aktif dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Dalam hal penguatan sumber daya, Pemkab Bondowoso terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan anggaran, logistik, dan personel tetap tersedia di tengah tantangan fiskal akibat penyesuaian dana transfer pusat dan dana desa.

Langkah mitigasi konkret juga menjadi perhatian utama. Sekda menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase yang kerap tersumbat rumput dan sedimen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi pemicu banjir yang berdampak pada kerusakan jalan dan fasilitas umum. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, RT/RW, tenaga kesehatan, pramuka, hingga Forkopimka, diminta menghidupkan kembali budaya kerja bakti.

Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang berinisiatif membangun tanggul dan jembatan darurat secara swadaya saat kondisi mendesak. Pemerintah daerah, tegasnya, tetap hadir memberikan dukungan teknis guna memastikan infrastruktur tersebut aman digunakan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengungkapkan bahwa karakteristik bencana di Bondowoso didominasi faktor hidrometeorologi.

"Dari data statistik kewilayahan, sekitar 90 persen kejadian berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang". Tambah Kris 

Ia menambahkan, melalui rakor ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki respons yang seragam terhadap peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dengan sinergi yang solid, risiko korban jiwa maupun kerugian materiil dapat ditekan, sehingga Bondowoso tetap aman dan kondusif meski dihadapkan pada musim hujan ekstrem. (*)

Tombol Google News

Tags:

Rakor Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso Faktor Hidrometeorologi Sekda Bondowoso Bondowoso Berkah