Dari Pendopo ke Mimbar Akademik, Bupati Bondowoso Gus Hamid Sabet Gelar Doktor dengan Cumlaude

Disertasi Usung Model Pembiayaan Pesantren Progresif

18 Februari 2026 17:53 18 Feb 2026 17:53

Thumbnail Dari Pendopo ke Mimbar Akademik, Bupati Bondowoso Gus Hamid Sabet Gelar Doktor dengan Cumlaude

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid atau yang akrab disapa Gus Hamid itu resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude usai menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Rabu (18/2/2026). (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Kepemimpinan publik dan prestasi akademik berpadu dalam diri Abdul Hamid Wahid. Bupati Bondowoso yang akrab disapa Gus Hamid itu resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude usai menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Rabu (18/2/2026).

Capaian tersebut diraih di tengah padatnya agenda pemerintahan yang diembannya selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso. Dalam sidang promosi doktor, ia mempertahankan disertasi bertajuk.

“Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo)”.

Gus Hamid—yang juga dosen serta mantan Rektor periode 2017–2025 di Universitas Nurul Jadid (UNUJA)—menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi konkret antara pesantren dan sektor perbankan.

Menurutnya, penguatan pembiayaan berbasis komunitas menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Di hadapan dewan penguji, ia memaparkan argumentasi ilmiah yang menekankan bahwa pesantren tidak hanya membutuhkan kemandirian spiritual dan sosial, tetapi juga ketahanan finansial yang terstruktur.

Model sinergi yang ditawarkannya dinilai mampu menjawab tantangan pembiayaan pendidikan Islam yang semakin kompleks di tengah-tengah  masyarakat.

Sidang doktoral tersebut dipimpin oleh Dr. H. Saihan, S.Ag., M.Pd.I., dengan Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D., sebagai Penguji Utama, bersama tim promotor dan penguji dari kalangan akademisi ahli di bidang manajemen pendidikan Islam.

Pihak rektorat UIN KHAS Jember memberikan apresiasi atas kualitas riset yang dinilai memiliki relevansi kuat terhadap dinamika kelembagaan pesantren saat ini. Predikat cumlaude yang diraih menjadi bukti atas kedalaman analisis serta kontribusi akademik yang signifikan.

Dalam sambutannya, Gus Hamid menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa gelar doktor tersebut merupakan amanah untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama" Katanya.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bondowoso, tetapi juga mempertegas peran UNUJA dalam melahirkan pemimpin berintegritas dan visioner.

"Alhamdulillah capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan". Pungkasnya.

Di tengah kesibukan memimpin daerah, Gus Hamid membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan tetap dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab pemerintahan. (*)

Tombol Google News

Tags:

AHW Bupati Bondowoso Bondowoso Berkah UIN KHAS Jember UNUJA Paiton Probolinggo Bupati Bondowoso Ujian Disertasi Terbuka Raih Predikat doktor cumlaude