Peringatan Isra Mi'raj Khidmat Sekaligus Seru Pelajar SMA Negeri Kauman Tulungagung

15 Januari 2026 18:03 15 Jan 2026 18:03

Thumbnail Peringatan Isra Mi'raj Khidmat Sekaligus Seru Pelajar SMA Negeri Kauman Tulungagung

Suasana khidmat saat peringatan Isro' Mi'roj yang diadakan di Masjid Baiturrahman SMAN 1 Kauman, Tulungagung, 15 Januari 2026. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Siapa bilang acara keagamaan di sekolah ngebosenin? buktinya, hari ini, Kamis 15 Januari 2026, SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung baru aja sukses menggelar peringatan Isra Mi’raj yang seru sekaligus mendalam maknanya.

Bukan hanya mendengar ceramah satu arah, mereka diajak deep talk cara "connect" kepada Tuhan meskipun jadwal sekolah sedang padat-padatnya.

Acara yang penuh khidmad itu digelar oleh BOS SMANSAKA (BOSSS) nama Organisasi Siswa Sekolah tersebut, bekerja sama dengan Remaja Masjid (Remas) Baiturrahman bertempat di Masjid tersebut dengan mengusung tema "Penanaman Nilai Ibadah dan Akhlak Terpuji di Lingkungan Sekolah"

Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan kali ini dikemas lebih interaktif. Selain tausiyah dari Ustaz Muhammad Burhanudin, acara juga diisi dengan penampilan seni islami sekaligus kajian mengenai relevansi nilai-nilai Isra Mi'raj bagi pelajar masa kini

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kauman Agus Sugiarto, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas. 

"Kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas tahunan saja, melainkan kegiatan ini merupakan sarana peningkatan ketaqwaan anak-anak", ucap Agus pada Kamis 15 Januari 2026.

"Kami ingin siswa tidak hanya tahu sejarahnya, tapi bisa mengambil 'spirit' dari perjalanan Rasulullah untuk disiplin dalam waktu dan ibadah, terutama di tengah distraksi gadget yang luar biasa saat ini, setidaknya kegiatan ini bisa memfilter rutinitas kebiasaan anak - anak pemakaian media tersebut " ujarnya.

"Harapan kami dengan peringatan ini yang mendatangkan ustadz dan sebagainya salah satu nya bertujuan untuk meningkatan iman dan taqwa anak-anak sesuai dengan tema Penanaman Nilai Ibadah dan Akhlak Terpuji di Lingkungan Sekolah," pungkasnya.

Senada dengan pak kasek, Ketua OSIS SMANSAKA Nishfia Adrianti saat ditemui awak media usai acara ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara OSIS dan Remas Masjid Baiturrahman SMANSAKA.

"Kegiatan keagamaan ini merupakan agenda tahunan yang kami adakan. Yang membedakan dengan kegiatan kemarin, dengan adanya MBG ini, yang biasanya setiap siswa saat kegiatan keagamaan membawa nasi kotak untuk dimakan sediri, tahun ini nasi kotaknya di kumpulkan yang nantinya akan di bagikan kepada warga sekitar dan panti asuhan," ungkap Nishfia.

"Sebagai ketua OSIS kami berharap dengan kegiatan keagamaan ini lebih iman dan taqwa kita semakin ditingkatkan lagi sekaligus lebih antusias lagi dalam setiap kegiatan keagamaan yang kami adakan," tutupnya.

Dalam acara puncak peringatan Isra Mi'raj di SMA Negeri 1 Kauman, Ustaz Burhanudin menyampaikan pesan yang sangat relevan bagi para siswa.

Beliau mengawali tausiah dengan menganalogikan peristiwa Isra Mi'raj sebagai "perjalanan melampaui logika" yang hanya bisa diterima dengan iman yang sehat.

1. Shalat sebagai "Charging Station" Spiritual

Ustadz menekankan bahwa inti dari perintah Isra Mi'raj adalah shalat lima waktu. Beliau mengibaratkan shalat seperti mengisi daya (charging) baterai ponsel.

"Shalat adalah cara kita terhubung dengan Sang Pencipta. Tanpa shalat, jiwa kita akan 'lowbat', mudah cemas, dan kehilangan arah di tengah derasnya informasi digital," tutur beliau.

2. Kedisiplinan dan Manajemen Waktu.

Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi'raj yang terjadi dalam waktu singkat namun menempuh jarak yang luar biasa mengajarkan tentang pentingnya menghargai waktu. Bagi seorang siswa, disiplin shalat tepat waktu adalah latihan dasar untuk menjadi pemimpin masa depan yang disiplin dalam segala hal.

3. Adab di Atas Ilmu.

Kepada para siswa, Ustadz mengingatkan bahwa Rasulullah SAW diperjalankan hingga Sidratul Muntaha bukan hanya karena kecerdasannya, melainkan karena kesucian hati dan kemuliaan akhlaknya.

"Pintar saja tidak cukup. Orang yang pintar tapi tidak punya adab bisa berbahaya. Jadilah siswa yang cerdas otaknya, tapi tetap tunduk hatinya kepada orang tua dan guru," pesan Ustadz Burhanudin dengan lembut.

4. Bijak dalam Melangkah.

Menutup tausiahnya, Kyai berpesan agar para siswa meneladani sikap Nabi yang selalu tabayyun (verifikasi) dan tetap tenang meski menghadapi situasi sulit. Beliau mengajak siswa SMA untuk tidak mudah terprovokasi hoax dan menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan, sebagaimana Nabi membawa pesan kebaikan dari perjalanan langitnya.

Tausiah diakhiri dengan doa bersama yang berlangsung khidmat, kegiatan ini diikuti oleh smua siswa-siswi SMANSAKA dan guru pengajar. (*)

Tombol Google News

Tags:

#smansaka #peringatanisro' mi'roj Tulungagung #osisbosss