KETIK, TULUNGAGUNG – Menandai dibukanya Bazar Kuliner Ramadan tahun ini, suasana sore yang biasanya tenang kini berubah menjadi lautan manusia yang antusias berburu hidangan berbuka puasa.
Sejak pukul 16.00 WIB, kepulan asap motor dan mobil yang lalu lalang di jalan sawah, kawasan lokasi "Pusat Pasar Takjil" Joging Track Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung yang dibuka 19 Februari 2026 sore.
Hadir pada acara pembukaan Bazar Kuliner Ramadan, Kepala Desa Sanggrahan Iswanto beserta jajaran perangkat, Ketua BPD, Ketua Panitia, Ketua Penggerak PPK beserta kader, dan para pemuda sekaligus masyarakat pedagang desa setempat.
Aroma sedap sudah tercium sore itu tatkala para pedagang tersebut mulai persiapkan menu yang akan di jual di seputaran lokasi Joging Track Sanggrahan.
Dalam sambutan pembuka, Kepala Desa Sanggrahan Iswanto sampaikan apresiasi setinggi-tinggi nya kepada panitia penyelenggara Bazar Kuliner Ramadan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Panitia yang telah sukses menyelenggarakan bazar kuliner Ramadan 2026," kata Iswanto saat memberikan sambutan dalam membuka acara.
"Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada peserta bazar kuliner Ramadan 2026 atas tampilannya, atas menu yang di sajikan, semoga nanti dagangannya laris manis.' ujarnya.
Lebih lanjut Iswanto mengatakan bahwa bazar kuliner Ramadan 2026 di desa Sanggrahan ini akan di adakan setiap hari selama bulan Ramadan di mulai sejak di buka. hingga jelang lebaran nanti.
"Bazar kuliner Ramadan 2026 desa Sanggrahan ini di ikuti sebanyak 40 lapak dengan berbagai macam menu khas Tulungagungan.
"Bazar kuliner Ramadan ini perdana di selenggarakan, terlihat warga antusias dengan diadakan ny pasar takjil ini. Harapan saya kedepan tidak hanya saat Ramadan saja , momentum ini bisa berlanjut di agenda rutin seperti CFD," pangkasnya.
Surga Takjil dan Ekonomi Lokal
Di waktu yang sama menurut Totok salah satu peserta bazar kuliner Ramadan ini berharap menjadi agenda tahunan ini menghadirkan ratusan UMKM lokal yang menyajikan menu-menu legendaris hingga kekinian.
Beberapa poin menarik dari pembukaan tahun ini antara lain :
1. Menu Autentik
Mulai dari bubur sumsum, biji salak, hingga lauk-pauk tradisional yang sulit ditemukan di hari biasa.
2. Inovasi Kuliner
Munculnya minuman segar "fusion" dan camilan modern yang menjadi daya tarik bagi kaum milenial dan Gen Z.
3. Sistem Non-Tunai
Menariknya, sebagian besar pedagang kini sudah mulai melayani pembayaran digital untuk mempercepat transaksi di tengah kerumunan.
Lebih dari Sekadar Jual Beli
Menurutnya, pasar ini bukan sekadar tempat mencari makan, melainkan upaya untuk mendongkrak ekonomi kreatif dan menjadi ruang silaturahmi bagi warga sekitar.
Keamanan dan kebersihan pun menjadi prioritas, dengan disediakannya kantong sampah di berbagai sudut serta pengawasan dari petugas ketertiban.
"Pasar Ramadan ini adalah bukti hidupnya tradisi kita. Selain memutar roda ekonomi pedagang kecil, di sinilah semangat kebersamaan itu sangat terasa," ujar Totok di sela-sela persiapan menu dagangannya.
Meskipun antusiasme memuncak, pengunjung tetap dihimbau untuk datang lebih awal guna menghindari kemacetan dan tetap menjaga ketertiban selama berbelanja. (*)
