KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan lahan dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan program Smart Integrated Farming sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian terpadu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Wali Kota Batu, Nurochman, dan Wakil Wali Kota, Heli Suyanto, yang tertuang dalam 15 program prioritas Program Strategis Daerah dalam konsep Mbatu Sae.
Menurutnya, Distan KP akan memfokuskan pengembangan Smart Integrated Farming selama periode 2026 hingga 2029.
Kawasan tersebut direncanakan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Batu dengan luas sekitar tiga hektare di wilayah Giripurno.
“Kami fokus untuk mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang masuk dalam program prioritas daerah. Lokasinya direncanakan berada di lahan milik Pemkot di Giripurno, dengan luas kurang lebih tiga hektare,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Saat ini, kata Hendry, Distan KP sedang masuk di tahap penyusunan grand design kawasan pertanian terpadu tersebut.
Dalam tahap perencanaan ini, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilibatkan untuk menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur pendukung.
“Grand design-nya sedang kami siapkan pada 2026 ini. Nantinya ada kolaborasi dengan beberapa perangkat daerah karena infrastruktur seperti jalan, penerangan, hingga pembangunan TPS 3R juga harus disiapkan di kawasan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, Distan KP akan lebih fokus pada aspek teknis pengembangan kawasan pertanian terpadu tersebut.
Beberapa fasilitas yang akan disiapkan antara lain pembangunan screen house, kandang ternak, hingga penyediaan lahan percontohan untuk berbagai subsektor pertanian.
“Karena konsepnya integrated farming, di dalam kawasan itu nantinya akan ada pertanian, peternakan, hingga perikanan yang dikelola dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kami dari Distan KP fokus pada penyediaan sarana teknis seperti screen house, kandang ternak, serta penyiapan lahan-lahan untuk percontohan,” katanya.
Selain itu, berbagai sarana dan prasarana pendukung juga akan disiapkan secara bertahap untuk menunjang operasional kawasan pertanian terpadu tersebut.
Terkait kebutuhan anggaran, Hendry menyebut perhitungan detail masih dilakukan bersamaan dengan penyusunan grand design pada tahun ini.
“Untuk anggarannya masih kami hitung bersamaan dengan penyusunan grand design pada 2026 ini. Rencananya pembangunan mulai dilakukan pada 2027 dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2028,” ujarnya.
Ia berharap pada 2029 kawasan Smart Integrated Farming tersebut sudah dapat beroperasi dan menjadi model pengembangan pertanian terpadu di Kota Batu.
“Target kami pada 2029 program Smart Integrated Farming ini sudah bisa berjalan dan menjadi percontohan pengembangan pertanian terpadu di Kota Batu,” pungkasnya. (*)
