KETIK, MALANG – Kota Malang menjadi tempat pengabdian bagi I Made Riandiana. Politisi PDI Perjuangan ini lahir di Bali, tapi memilih membangun kehidupan dan karier politiknya di Kota Pendidikan ini. Baginya, Malang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah kedua yang membentuk perjalanan hidupnya.
Anggota DPRD Kota Malang ini menceritakan bahwa ia datang ke Malang sejak lulus SMA untuk menempuh pendidikan. Sejak masa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Karang Taruna hingga kegiatan di tingkat RT dan RW. Dari pengalaman itulah, ia semakin memahami persoalan masyarakat dan terdorong untuk berbuat lebih melalui jalur politik.
“Saya lebih lama di Malang ketimbang di Bali. Saya merasa dibentuk oleh masyarakat Kota Malang yang sangat egaliter dan tidak pernah ada pertanyaan kepada saya apa agamamu, dari mana kamu berasal,” ujarnya.
Ia menilai masyarakat Malang memiliki sikap terbuka terhadap keberagaman. Bahkan saat tinggal di wilayah yang mayoritas Muslim, ia tetap dipercaya masyarakat untuk menjadi ketua RT hingga ketua RW.
“Saya Hindu sendirian di lingkungan itu, tetapi masyarakat tetap menginginkan saya menjadi ketua RT dan kemudian ketua RW. Artinya, tidak pernah ada penolakan,” katanya.
Pengalaman tersebut membuat Made Riandiana semakin yakin untuk mengabdikan diri di Kota Malang. Menurutnya, banyak hal yang telah diberikan kota ini kepadanya sehingga ia ingin membalasnya dengan berkontribusi bagi masyarakat. (*)
