KETIK, JAKARTA – Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, jajaran kementerian teknis mulai memperketat koordinasi lintas sektoral. Fokus utama pemerintah tahun ini tertuju pada dua aspek krusial: stabilitas harga pangan pokok dan manajemen keselamatan transportasi massal.
Berdasarkan arahan terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), berikut adalah poin-poin krusial yang wajib dipersiapkan masyarakat dan instansi terkait:
1. Pantauan Harga Pangan: Skema Pasar Murah
Kementerian Perdagangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras, minyak goreng, dan daging sapi dalam posisi aman. Untuk meredam spekulasi harga di pasar tradisional, pemerintah menginstruksikan setiap pemerintah daerah untuk:
- Menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di titik-titik pemukiman padat.
- Memantau rantai distribusi guna mencegah penimbunan stok oleh oknum tidak bertanggung jawab.
- Memastikan ketersediaan LPG 3kg melalui penambahan kuota fluktuatif di wilayah zona mudik.
2. Rekayasa Lalu Lintas dan Kelayakan Armada
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran. Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa seluruh armada transportasi umum wajib menjalani ramp check atau uji kelayakan tanpa pengecualian.
Pemerintah juga akan kembali menerapkan sistem one way dan contraflow di titik-titik krusial Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera, yang jadwalnya akan dirilis secara berkala melalui aplikasi e-road monitoring.
3. Keamanan Lingkungan dan Kesehatan
Polri melalui Operasi Ketupat 2026 mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk:
- Melapor kepada pengurus RT/RW atau pihak kepolisian setempat sebelum meninggalkan rumah.
- Memastikan seluruh peralatan elektronik dalam keadaan mati untuk menghindari risiko kebakaran.
- Tetap menjaga protokol kesehatan dasar, mengingat mobilitas massa yang sangat tinggi di ruang publik.
Selain kesiapan regulasi, pemerintah meminta masyarakat proaktif dalam merencanakan perjalanan. Penggunaan transaksi non-tunai di gerbang tol dan pemesanan tiket jauh-jauh hari sangat disarankan untuk menghindari antrean panjang yang berpotensi memicu kelelahan fisik.
Dengan koordinasi yang matang antara pusat dan daerah, perayaan Idul Fitri tahun ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi seremoni rutin, melainkan momentum penguatan ekonomi domestik yang aman dan kondusif.(*)
