KETIK, BATU – Sebagai salah satu destinasi wisata utama di kawasan Malang Raya, Kota Batu diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, Pemerintah Kota Batu menyiapkan sejumlah strategi pengaturan arus kendaraan.
Persiapan tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026 yang dipimpin langsung Wali Kota Batu, Nurochman, di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, pada Senin, 9 Maret 2026.
Forum ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi. Pembahasan difokuskan pada kesiapan rekayasa lalu lintas dan pengamanan arus kendaraan selama masa mudik dan libur panjang Lebaran yang diperkirakan menjadi periode puncak kunjungan wisata di Kota Batu.
Wali Kota Batu Nurochman menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor agar pengelolaan lalu lintas selama periode Lebaran dapat berjalan efektif dan mampu merespons berbagai dinamika di lapangan.
Menurutnya, karakter mobilitas kendaraan di Kota Batu memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain, sehingga penanganan lalu lintas perlu dilakukan secara lebih adaptif dan terkoordinasi.
“Kerja sama antarwilayah di Malang Raya sangat penting. Kota Batu tidak memiliki ruas jalan nasional dan hanya dilalui jaringan jalan provinsi, sehingga membutuhkan dukungan pembukaan ruas jalan baru yang dapat menghubungkan tiga wilayah,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Berdasarkan proyeksi yang dipaparkan dalam forum tersebut, mobilitas kendaraan selama periode Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 1,72 juta pergerakan kendaraan.
Dari jumlah tersebut, puncak arus diprediksi mencapai sekitar 242 ribu kendaraan per hari, sementara total kendaraan selama masa arus mudik diperkirakan mencapai sekitar 1,49 juta unit.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya memastikan seluruh fasilitas keselamatan jalan pada jalur utama berfungsi secara optimal.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan pengguna jalan selama periode libur Lebaran.
Pemkot Batu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, memaparkan kesiapan pengamanan arus mudik melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Ia juga menyampaikan pemetaan sejumlah titik rawan kemacetan di Kota Batu.
Beberapa lokasi yang diprediksi berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas antara lain Pertigaan Pendem dan Simpang Junrejo. Selain itu, kepolisian juga merencanakan penutupan jalur Klemuk selama masa arus mudik guna mengantisipasi potensi kecelakaan maupun risiko bencana di kawasan tersebut. (*)
