KETIK, YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melakukan perombakan strategis pada jajaran birokrasi dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah ini diambil tepat setelah Pemerintah Kota Yogyakarta mencatatkan rekor Pendapatan Asli Daerah (PAD) menembus angka Rp 1 triliun pada tahun 2025, sebuah pencapaian perdana bagi kota gudeg tersebut.
Dalam pelantikan yang digelar di Grha Pandawa, Jumat, 9 Januari 2026, Hasto mengukuhkan lima pejabat kunci.
Dedi Budiono resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, sementara posisi Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta kini dipegang oleh Dani Darmawan.
Di jajaran eselon dua, Hasto menempatkan Lucia Daning Krisnawati sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Wahyu Hendratmoko sebagai Staf Ahli Bidang Administrasi Umum, dan Sarwanto sebagai Kepala BKPSDM.
Standar "Memantaskan Diri"
Hasto menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar pengisian kursi kosong. Ia mematok standar tinggi bagi para pembantunya dengan konsep "memantaskan diri".
Para pejabat baru ini tidak hanya dituntut cakap secara administratif, tetapi juga harus melewati ujian quick win atau program percepatan yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Ketika kita mengemban jabatan tertentu, kita harus memantaskan diri. Harus punya nilai lebih. Karena itu saya uji dengan quick win," tegas mantan Kepala BKKBN tersebut.
Membenahi Kebocoran Pipa PDAM
Salah satu sorotan utama jatuh pada sektor pelayanan air bersih. Hasto mengingatkan PDAM Tirtamarta untuk tidak berpuas diri.
Meski berkontribusi pada kas daerah, tantangan teknis seperti kebocoran pipa dan keterbatasan jaringan distribusi masih menjadi rapor merah yang harus segera diperbaiki demi mengejar target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
"PDAM harus menghayati bahwa kita masih harus kerja lebih keras. Target layanan air bersih 80 persen di tahun 2030 harus tercapai. Persoalan teknis harus dijawab dengan kebijakan yang tepat sasaran," tambahnya.
Direktur Utama PDAM yang baru, Dani Darmawan, merespons instruksi tersebut dengan rencana penguatan revenue center.
Selain fokus pada layanan rumah tangga di 14 kemantren, ia membidik sektor komersial seperti perhotelan untuk mengamankan aliran PAD.
Pariwisata sebagai Mesin Uang
Keberhasilan melampaui target PAD Rp 1 triliun di tahun 2025 menjadi latar belakang kuat di balik penunjukan Lucia Daning di Dinas Pariwisata.
Sektor ini dianggap sebagai mesin utama yang berhasil menjaga ketahanan fiskal kota di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Hasto berharap nakhoda baru Dinas Pariwisata mampu menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Perombakan kabinet ini diharapkan menjadi pengungkit efektivitas birokrasi agar tidak hanya sekadar bekerja, tapi berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga Yogyakarta. (*)
