Jamin Stok Pangan Lebaran, Bupati Sleman Instruksikan OPD Perketat Pengawasan Lapangan

24 Februari 2026 22:41 24 Feb 2026 22:41

Thumbnail Jamin Stok Pangan Lebaran, Bupati Sleman Instruksikan OPD Perketat Pengawasan Lapangan

Bupati Sleman Harda Kiswaya saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa 24 Februari 2026. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan Satgas Pangan untuk memperketat pengawasan di lapangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi praktik penimbunan barang yang kerap memanfaatkan momentum hari raya serta memastikan distribusi bahan pokok merata hingga ke seluruh pelosok wilayah Sleman.

Dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman pada Selasa 24 Februari 2026, Bupati Harda menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tugas negara yang sangat strategis.

Menurutnya, kebijakan yang dirumuskan dalam forum tersebut harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang paling merasakan dampak fluktuasi harga.

Bupati Harda menekankan agar seluruh instansi terkait memastikan ketersediaan pasokan, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

"Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern," ujar Harda dalam arahannya.

Ia berharap distribusi bahan pangan tidak hanya menumpuk di titik tertentu agar stabilitas harga terjaga secara menyeluruh.

Selain memperketat pengawasan, Bupati Sleman juga mengimbau para pelaku usaha untuk menjaga etika bisnis dengan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Di sisi lain, ia mengajak masyarakat Sleman untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.

Harda mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat memicu ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

Berdasarkan laporan Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman Heri Setyawati, tingkat inflasi tahunan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,30 persen.

Sementara itu, Indeks Perubahan Harga di Kabupaten Sleman pada minggu ketiga Februari berada pada angka 3,39 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh fluktuasi harga komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memantau dinamika harga di pasar secara intensif guna menjaga daya beli masyarakat.

"High Level Meeting ini menjadi media penguatan sinergi agar kita bisa menyepakati langkah konkret secara cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar," kata Heri Setyawati.

Melalui sinergi antar-OPD ini, Pemkab Sleman optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terkendali hingga hari raya nanti. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Sleman Harda Kiswaya Lebaran 2026 Stok Pangan Sleman Inflasi Daerah Satgas Pangan Info Sleman Harga sembako TPID Sleman Idul Fitri 1447 H