KETIK, SURABAYA – Kementerian Haji Jawa Timur terus melakukan persiapan menjelang ibadah haji 2026. Saat ini pihaknya mulai melakukan manifestasi Jemaah Calon Haji (JCH) 2026, untuk meminimalisir terpisah dari rombongan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur, As'adul Anam optimistis dapat menyusun manifes sejak awal tanpa perlu melakukan penggantian data jemaah.
"Sangat penting agar jemaah bisa berangkat sesuai kelompoknya dan tidak terpisah," katanya beberapa waktu lalu.
Selain itu, pihaknya juga 'ngebut' memproses visa para JCH 2026. As'adul Anam juga optimistis, proses visa tahun ini bisa berjalan cepat dibandingkan sebelumnya.
"Masih ada waktu dua bulan lebih. Insyaallah bisa mencapai target. Tahun lalu waktunya sangat terbatas sehingga banyak data jemaah yang harus diganti karena visa belum keluar," jelasnya.
Lanjutnya, akibat visa belum keluar. Pada tahun lalu, membuat JCH terpisah dari rombongan saat berangkat ke Tanah Suci.
Sementara itu sebanyak 3.042 JCH asal Surabaya telah dipersiapkan untuk berangkat haji 2026. Dokumen paspor saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala Kantor Kemenhaj Surabaya, Sururil Faizin menyampaikan pengumpulan paspor jemaah masih berlangsung dan target selesai dalam waktu dekat. "Kemungkinan minggu ini selesai," singkatnya. (*)
