KETIK, SITUBONDO – Setelah Uji Sandar kapal di Pelabuhan Panarukan Situbondo yang dilakukan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dinyatakan sukses, maka kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kecamatan Panarukan, Situbondo segera direalisasikan.
Kepastian tersebut disampaikan pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2026, setelah dilakukan uji sandar kapal dinyatakan sukses. “Uji sandar kapal di Pelabuhan Panarukan sudah sukses dan merupakan tahapan akhir. Karena uji sandar ini merupakan bagian terpenting untuk menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, Kamis 5 Februari di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, Antok, panggilan akrab Herland Aprilyanto mengatakan, indikator kelayakan operasional Dermaga Panarukan Situbondo yakni, kelancaran proses bongkar muat serta pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut. “Kapal T.B. Meiden Lucky dan T.B. Medelin Delta milik PT Pertamina Port & Logistics telah melakukan olah gerak sandar dan lepas untuk menguji kondisi konstruksi Dermaga Pelabuhan Panarukan, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat,” tegas Antok.
Bukan hanya itu yang disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, namun Antok menyatakan optimistis keberhasilan uji sandar ini dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, memperlancar mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Situbondo.
“Dengan adanya kesiapan infrastruktur dermaga yang mumpuni, maka Pelabuhan Panarukan yang pernah berjaya pada jaman kolonial mampu menjadi simpul transportasi laut yang meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur,” tutur Antok.
Sejalan dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan Situbondo, sambung Antok, aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan akan semakin padat dan meningkat frekuensi kedatangan kapal, termasuk kapal berkapasitas hingga 1.000 DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan.
“Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan berlayar dan kualitas layanannya,” kata Antok.
Selama proses uji sandar, imbuh Antok, kedua kapal berhasil melakukan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur. “Pelabuhan Panarukan Situbondo memiliki dimensi dermaga sepanjang 176,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter,” terang Antok.
Pembangunan awal Dermaga Pelabuhan Panarukan baru, dimulai pada tahun 2008 dan dikembangkan pada tahun 2011 hingga 2012, lalu penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019. “Dengan fasilitas dermaga yang sudah memadai tersebut, maka saya yakin Pelabuhan Panarukan Situbondo mampu memberikan pelayanan kepelabuhan terbaik dan akan mampu membangitkan kejayaan Pelabuhan Panarukan pada jaman kolonial,” harap Antok.
Selain itu, Antok juga menegaskan bahwa meningkatkan keselamatan pekerja sekaligus mendukung peningkatan perekonomian daerah merupakan hal yang penting dan tidak boleh diabaikan. “Renovasi atau pembangunan Dermaga Pelabuhan Panarukan tahap 2 berukuran sekitar 107 x 10 meter persegi. Pembangunan fasilitas darat pada Tahun Anggaran 2025 telah dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan dan atau menunjang kapasitas, keselamatan, dan kinerja operasional pelabuhan,” tegas Antok. (*)
