KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan pentingnya peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam memperkuat ekonomi desa tanpa menggerus eksistensi usaha warga lokal.
Hingga saat ini, sebanyak 15 dari total 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah memulai pembangunan KDMP. Capaian yang mencakup lebih dari separuh wilayah tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang profesional.
Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur ini menjelaskan, pembangunan KDMP di Kota Batu terus berjalan merata seiring percepatan pelaksanaan Program Strategis Nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa kehadiran KDMP harus ditempatkan sebagai penguat ekosistem ekonomi desa, bukan sebagai pesaing yang mematikan usaha masyarakat yang telah lebih dahulu berkembang.
Karena itu, pengelolaan koperasi dituntut dilakukan secara profesional, terencana, serta berbasis pemetaan potensi dan kegiatan usaha lokal.
“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan justru mematikan usaha warga yang sudah ada. Pengelolaannya perlu dirancang secara matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan berjalan secara seimbang,” ujarnya saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gerai KDMP Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu, 4 Februari 2026.
Cak Nur juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur kepengurusan KDMP guna mendorong penerapan tata kelola modern berbasis teknologi dan pelayanan yang mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, tokoh masyarakat dan para senior desa diharapkan dapat berperan sebagai pendamping agar koperasi tetap berjalan sesuai nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu menjelaskan bahwa KDMP diarahkan menjadi simpul distribusi bahan pokok, pupuk, serta hasil pertanian dan peternakan. Selain itu, koperasi juga didorong untuk bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil produksi petani dan peternak lokal dapat terserap secara optimal. (*)
