KETIK, SITUBONDO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Situbondo meluncurkan program Swasti (Sarasehan Wanita Seluruh Situbondo) sebagai wadah silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan peran perempuan lintas organisasi.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Pate Alos, Besuki, Kabupaten ini dilaksanakan pada Jumat 30 Januari 2026 terselenggara dengan khidmat dan mendapat dukungan dari kaum perempuan yang menghadiri kegitan tersebut.
Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili, mengatakan bahwa, Swasti digagas bersama GOW dan DWP sejak tahun lalu. Forum ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial semata, namun untuk menuangkan pemikiran bersama dan saling menguatkan kemampuan kaum perempuan untuk memajukan Kabupaten Situbondo tercinta ini.
“Kegiatan sarasehan wanita ini bukan sekadar acara seremonial. Tapi, ini ruang perjumpaan hati, ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan kekuatan pemikiran kaum perempuan dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi ini,” ujar Mbak Una, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, istri Bupati Situbondo Mas Rio ini mengatakan, kehadiran Swasti menegaskan bahwa perempuan Situbondo tidak hanya hadir sebagai pelengkap, namun sebagai bisa menjadi mesin penggerak perubahan. Perempuan sebagai tiang negara memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan daerah.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Dari rahim perempuan lahir generasi masa depan. Dari tangan perempuan tumbuh nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan masyarakat. Dan dari pikiran perempuan lahir ide-ide besar yang mampu membawa kemajuan bangsa dan negara ini,” tegas Mbak Una.
Tak hanya itu yang disampaikan Mbak Una, namun dia mengatakan, apabila masih ada perempuan yang merasa ragu terhadap potensi dirinya. Maka, melalui wadah Swasti ini, mereka kita ajak untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian kaum perempuan untuk bersuara lantang dan berperan aktif dalam berbagai hal.
“Perempuan Situbondo itu kuat, cerdas, dan berdaya. Jangan ragu untuk belajar, berinovasi, dan mengambil peran di ruang-ruang strategis, baik di ruang keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah. Perempuan boleh bersikap lembut dan penuh empati, tetapi tetap harus tegas, tangguh dan berani dalam menyuarakan kebenaran,” tegas Mbak Una.
Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, sambung Mbak Una, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas perempuan, membuka ruang partisipasi yang luas, serta mendorong kemandirian dan daya saing perempuan di tengah-tengah kemajuan tehknologi di era sekarang.
“Saya berharap, melalui kegiatan sarasehan ini, akan lahir semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan kolaborasi antar perempuan di seluruh Situbondo. Jadikan forum ini sebagai tempat bertumbuh, saling menginspirasi, dan menyalakan harapan untuk kemajuan perempuan dan daerah ini,” pungkas Mbak Una, Ketua TP PKK Situbondo.
Sekedar informasi, peluncuran Swasti yang diselenggarakan TP PKK, GOW, dan DWP Kabupaten Situbondo ini dihadiri perwakilan hampir 25 organisasi perempuan dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.
Organisasi yang menghadiri peluncuran Swasti ini, antara lain Fatayat NU, Aisyiyah, Muslimat NU, IWAPI, dan berbagai organisasi perempuan lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. (*)
