KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan fasilitas koneksi Wi-Fi untuk mendukung penyelenggaraan upacara adat Labuhan Merapi tahun 2026 ini. Acara adat tahunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini dijadwalkan akan berlangsung tanggal 19-20 Januari 2026 mendatang.
Berbeda dengan acara serupa sebelumnya, kali ini ritual tersebut masuk dalam kategori Labuhan Ageng, sebuah peringatan sakral Tinggalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menyertakan pelana kuda untuk dilarung.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Yazid, mengungkapkan bahwa persiapan telah dimatangkan pasca-audiensi utusan Keraton dengan Bupati Sleman.
"Ini adalah mandat budaya. Kami harus memastikan prosesi berjalan khidmat sekaligus memfasilitasi antusiasme masyarakat," ujar Ishadi, Rabu, 14 Januari 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Yazid. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
Ubarampe Labuhan dan Jeep Wisata
Ritual Hajad Dalem Labuhan Mlĺerapi akan dimulai pada Senin, 19 Januari, dengan serah terima ubarampe labuhan dari Keraton di Kapanewon Depok. Selanjutnya uborampe labuhan di bawa ke Kapanewon Cangkringan. Selanjutnya panitia menggunakan armada jeep wisata mengarak uborampe tersebut menuju Petilasan mbah Maridjan di dusun Ngrangkah, Kinahrejo.
Sesampainya di Kinahrejo, uborampe labuhan di antaramya terdiri dari Cangkring, Kawung Kemplong, Sembagi, hingga Dhestar Daramuluk, uang tindhik, serta pelana kuda tadi kemudian disemayamkan semalam.
"Nanti malam ini kami menggelar persiapan teknis di kalurahan. Besok pagi, Kamis, 15 Januari, koordinasi terakhir dilakukan di Kapanewon Cangkringan untuk memastikan kesiapan Upacara Labuhan," kata Lurah Umbulharjo, Danang Sulistya, Rabu 14 Januari 2026.
Adapun puncak acara dimulai Selasa pagi, 20 Januari, sekitar pukul 06.00 WIB. Ubarampe akan dibawa jalan kaki dengan cara disonggo (dipikul tangan) menuju Pos I Sri Manganti untuk dilakukan upacara labuhan.
Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso. (Foto: Fajar R/Ketik.com)
Memutus 'Blank Spot' di Jalur Sunyi
Ada terobosan menarik di era kepemimpinan Bupati Sleman Harda Kiswaya tahun ini. Menyadari area Kinahrejo merupakan zona sulit sinyal (blank spot), Dinas Kebudayaan bersurat kepada Dinas Kominfo Sleman untuk penyediaan fasilitas Wi-Fi selama acara berlangsung.
Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santoso, merespons cepat. Ia memastikan tim teknis akan memasang akses internet di titik strategis.
"Ini penting untuk mendukung acara tersebut. Terutama untuk kelancaran koordinasi petugas lapangan dan membantu wisatawan mengabarkan jalannya tradisi adat Keraton Yogyakarta ini secara real-time," tegas Budi.
Lurah Danang Sulistya menyambut baik langkah ini. Menurutnya, akses digital di tengah ritual tradisi adalah kebutuhan mendesak bagi berkembannya pariwisata lereng Merapi.
"Saya sangat setuju. Ini sangat bermanfaat bagi semua pihak. Terutama masyarakat dan wisatawan yang saat ini hampir semuanya memerlukan akses internet," pungkasnya. (*)
