Istihadah Saat Puasa, Haruskah Diganti? Ini Penjelasannya

3 Maret 2026 03:17 3 Mar 2026 03:17

Thumbnail Istihadah Saat Puasa, Haruskah Diganti? Ini Penjelasannya

ILustrasi remaja yang mengalami Istihadah. (Foto: Fariha Al Jihan/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Istihadah sering kali menimbulkan pertanyaan bagi Muslimah. Terutama kondisi ini terjadi di bulan Ramadan. Kondisi keluarnya darah setelah masa haid selesai ini sering menimbulkan keraguan terhadap keabsahan puasa yang sedang dijalankan.

Tidak sedikit perempuan yang mengira setiap darah yang keluar otomatis membatalkan puasa dan harus diganti pada hari lain. Padahal, dalam fikih Islam, istihadah memiliki ketentuan berbeda dengan haid maupun nifas.

Lantas, bagaimana hukum puasa bagi perempuan yang mengalami istihadah? Apakah puasanya tetap sah, atau justru wajib diqadha?

Dalam cuplikan yang diunggah akun YouTube Kajian Sofyan Ruray pada 17 Maret 2025, Ustaz Sofyan Chalid bin Idham Ruray menjelaskan bahwa istihadah bukan termasuk darah haid maupun nifas. Oleh sebab itu, perempuan yang mengalaminya tetap berkewajiban menunaikan salat dan puasa sebagaimana biasa.

Istihadah sendiri merupakan darah yang keluar di luar masa haid dan nifas, umumnya disebabkan gangguan tertentu. Secara fikih, kondisi ini tidak menghilangkan status kesucian seorang perempuan, sehingga ibadah yang dilakukannya tetap sah selama memenuhi ketentuan bersuci

Serupa dengan pendapat Ifah Nurochmah yang diunggah di akun pribadinya pada 19 Februari 2026, perempuan yang mengalami istihadah tidak perlu mengganti puasa. Ia tetap wajib menunaikan ibadah, termasuk salat lima waktu dan puasa. Ia juga harus tetap menjaga kebersihan serta mengikuti ketentuan bersuci sesuai syariat.

Penjelasan ini meluruskan anggapan yang berkembang di tengah masyarakat. Istihadah tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslimah untuk tetap menjalankan kewajiban ibadahnya selama Ramadan.

Oleh karena itu, Muslimah dianjurkan untuk mempelajari fikih kewanitaan secara lebih mendalam atau berkonsultasi kepada ustaz atau ulama terpercaya ketika mengalami kebingungan. Dengan demikian, ibadah yang dijalankan selama Ramadan tetap sah dan sesuai tuntunan syariat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Istihadah Wajib puasa puasa qadha' Ramadan