Azan Magrib Berkumandang, Sebaiknya Berbuka atau Salat?

25 Februari 2026 17:30 25 Feb 2026 17:30

Thumbnail Azan Magrib Berkumandang, Sebaiknya Berbuka atau Salat?

Ilustrasi sekelompok remaja berbuka bersama. (Foto: Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Berbuka puasa merupakan salah satu momen penting yang ditunggu-tunggu di bulan Ramadan. Berkumandangnya azan Magrib menjadi pertanda berakhirnya waktu menahan makan dan minum.

Namun demikian, sering ditemui kebiasaan masyarakat yang menunda-nunda berbuka dengan alasan khawatir merasa malas akibat kekenyangan.

Lalu bagaimana Islam memandang kebiasaan menunda-nunda berbuka puasa?

Islam sangat menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika masuk waktu magrib. Ajaran tersebut sesuai dengan sabda nabi berikut:

“Apabila salat telah ditegakkan sementara hidangan makan malam telah tersedia, maka dahulukanlah makan malam.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menekankan anjuran mendahulukan makan ketika hidangan telah disiapkan. Namun, tidak dimaksudkan untuk menunda salat secara berlebihan, melainkan diterapkan selama waktu salat masih memungkinkan agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk.

Penjelasan tersebut serupa dengan kajian yang dilakukan oleh Gus Ahmad Kafabihi Mahrus yang diunggah di akun TikTok DPP PKB pada 13 Maret 2025.

Ia menyebutkan selama waktu Magrib masih longgar, umat Islam dianjurkan untuk mendahulukan makan terlebih dahulu, kemudian melaksanakan salat. Anjuran ini bertujuan agar salat dapat dilakukan dengan tenang dan khusyuk, tanpa terganggu rasa lapar.

Prinsip ini tidak hanya berlaku saat berpuasa. Ketika seseorang merasa lapar tepat setelah masuk waktu salat, dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum menunaikan salat. Hal ini dilakukan agar pikiran tidak terpecah dan hati tidak disibukkan oleh rasa lapar saat beribadah.

Dalam kitab Syarah Yaqut an-Nafis, salat diibaratkan seperti seseorang yang sedang menghadap atau sowan kepada Allah SWT “Dalam kitab Syarah Yakut an-Nafis, salat diibaratkan seperti seseorang yang sedang menghadap atau sowan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sebagaimana adab ketika menghadap seorang kiai, pemimpin, atau tokoh penting, seseorang dituntut hadir dengan penuh fokus dan meninggalkan hal-hal yang dapat mengganggu perhatian.

Oleh karena itu, selama waktu salat masih longgar, segala kebutuhan atau hal yang berpotensi mengalihkan konsentrasi sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum salat. Dengan cara ini, tuntunan menyegerakan berbuka tetap terjaga, sekaligus memastikan ibadah salat dapat dilaksanakan dengan khusyuk. (*)

Tombol Google News

Tags:

Berbuka Puasa salat Azan berkumandang puasa Ramadan